Dusun Bernai Tak Berkutik Dikepung HK, HL dan HP

Dusun ini tidak punya APL (area penggunaan lain). Dulunya kampung ini masuk di HL, tapi setelah itu di incluve, meskipun sudah di incluve tapi

Dusun Bernai Tak Berkutik Dikepung HK, HL dan HP
Bangkapos/Riyadi
Areal pemukiman warga di Dusun Bernai Desa Berbura Kecamatan Riausilip, yang berada disekitar Kawasan Hutan Konservasi Taman Nasional Bukit Maras. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Masyarakat Dusun Bernai Desa Berbura Kecamatan Riausilip, sudah lama begitu ketar ketir dan serba susah untuk mengelola lahan yang ada disekitar lingkungan pemukiman penduduk setempat.

Masalahnya dusun itu dikepung oleh kawasan hutan konservasi (HK), Hutan Lindung (HL) dan Hutan Produksi (HP).

"Dusun ini tidak punya APL (area penggunaan lain). Dulunya kampung ini masuk di HL, tapi setelah itu di incluve, meskipun sudah di incluve tapi tetap saja di keping HP, HL dan HK, oleh sebab itu masyarakat ketar ketir kalau beraktivitas di hutan, takut di razia polhut, kami serba salah masuk hutan itu, kadang nggak berkutik karena di kepungan kawasan hutan," ujar Ketua Utusan Perwakilan Masyarakat Dusun Bernai, Sunaryo kepada bangkapos.com Selasa (16/1/2018).

Sementara warga Bernai Amirudin mengatakan, lahan yang di incluve ada disepanjang kampung dan seratus meter ke belakang dari jalan besar, di luar itu sudah ada yang masuk HP, HL dan konservasi.

"Jadi untuk sumber ekonomi masyarakat Bernai ya hanya mengandalkan hutan itulah, karena nggak ada lahan APL di sini," ujar Amirudin.

Anggota Utusan Masyarakat Bernai, Budung menambahkan, dengan kondisi tersebut, makanya masyarakat Bernai menyatakan menolak terhadap rencana pemanfaatan HP untuk areal perkebunan ubi, yang akan dilakukan salah satu perusahaan.

"Ya sesuai kesepakatan seluruh masyarakat Bernai, tidak hanya menolak rencana itu, tapi juga akan mengajukan permintaan, sejenis tuntutan lah, agar pemerintah mencabut izin atau konsesi perusahaan yang akan melakukan pemanfaatan HP tersebut," jelas Budung.(*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved