Warga Resah dan Laporkan Maraknya TI di DAS dan Mangrove Desa Rambat

Sehubungan dengan adanya pengaduan dari ketua serikat nelayan Teritip Baba dan warga Air Nyato yang diwakili Pjs Toyo tadi pagi

Warga Resah dan Laporkan Maraknya TI di DAS dan Mangrove Desa Rambat
ist
Kapolsek Simpang Teritip Ipda Kukuh memberikan imbauan kepada penambang di DAS dan mangrove desa Rambat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Aktifitas penambangan di DAS dan hutan mangrove desa Rambat, menuai protes dari ketua Serikat Nelayan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat, Baba.

Tak hanya Baba, protes serupa juga diutarakan dari Pjs Kades Air Nyatoh Toyo.

Baca: Kapolsek Pergoki Penambang Masih Rambah DAS dan Mangrove Desa Rambat

Kembali maraknya aktivitas TI tower tersebut, dilaporkan Baba dan Toyo ke pihak Polsek Simpang Teritip, Selasa (16/1/2018) tadi pagi.

Menurut keduanya, selain merusak DAS dan hutan mangrove, limbah TI tower ilegal juga mencemari laut dan anak sungai lainnya yang membuat, tangkapan dan penghasilan nelayan menjadi berkurang.

Demikian diungkapkan Kapolsek Simpang Teritip Ipda Kukuh mewakili Kapolres AKBP Firman Andreanto S.Ik, dalam rilis yang disampaikan kepada awak media, Selasa (16/1/2018) tadi sore.

" Sehubungan dengan adanya pengaduan dari ketua serikat nelayan Teritip Baba dan warga Air Nyato yang diwakili Pjs Toyo tadi pagi. Mencegah terjadi aksi massa, makanya hari ini kami turun memberikan imbauan kepada penambang di DAS dan mangrove Rambat," ujar Kukuh.(*0

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved