Ratusan Massa FPBBB Tolak HTI PT BRS Sampai Titik Darah Penghabisan

Ratusan massa dari Kabupaten Bangka Barat yang tergabung dalam Forum Perjuangan Bangka Barat Bersatu (FPBBB)

Ratusan Massa FPBBB Tolak HTI PT BRS Sampai Titik Darah Penghabisan
Bangka Pos / Hendra
Massa dari Forum Perjuangan Bangka Barat Bersatu‎ saat menyampaikan aspirasi menolak izin HTI PT BRS di DPRD Babel, Rabu (17/1/2017). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- ‎Ratusan massa dari Kabupaten Bangka Barat yang tergabung dalam Forum Perjuangan Bangka Barat Bersatu (FPBBB) mendatangi DPRD Babel, Rabu (17/1/2018).

Kedatangan mereka menolak keberadaan HTI seluas 66.42 hektar milik PT Bangun Rimba Sejahtera.

Hadir menerima perwakilan massa Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya, anggota DPRD Babel dari Dapil Babar, Mansah, Bong Ming-ming, Mardan dan Subandri.

Ketua FPBBB, Arbianto mengatakan apapun alasannya masyarakat tetap menolak keberadaan HTI di Bangka Barat.

"Kami harap perizinan HTI ini ditinjau oleh KPK. Kami nilai ini cacat hukum. Kami minta KPK menyelidiki kasus ini. Tidak mungkin tanpa ada sosialisasi ke masyarakat, tiba-tiba ada izin HTI dikeluarkan," kata Arbianto yang akrab disapa Yan Belo.

Menurut Yan, siapa yang membuat izin HTI 66.420 hektar di Bangka Barat harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Siapapun orangnya, harus diproses secara hukum. Izin HTI ini sudah cacat hukum karena tidak ada sosialisasi ke masyarakat," kata Yan Belo.

Luasnya izin HTI PT BRS 66.420 hektar sudah menyengsarakan masyarakat. Hampir seluruh lahan tersebut merupakan perkebunan masyarakat.

Akibatnya masyarakat tak bisa lagi mengelola perkebunan karena masuk dalam HTI PT BRS.

"Kami tetap menolak izin HTI ini apapun alasannya. Kami akan mempertahankan hak rakyat sampai titik darah penghabisan," kata Yan Belo.

Penulis: Hendra
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved