Terpaksa Diberi Obat Penurun Libido, Bocah 8 Tahun Ini Kecanduan Seks Gara-gara Hidup di Lokalisasi

Setelah ditelusuri, sex addict yang diderita oleh anak berusia delapan tahun yang diberi inisial YK itu akibat tumbuh besar di kawasan lokalisasi

Terpaksa Diberi Obat Penurun Libido, Bocah 8 Tahun Ini Kecanduan Seks Gara-gara Hidup di Lokalisasi
istimewa
ilustrasi 

"Kami mulanya menemukan anak ini karena pengaduan dari ibunya saat kami merawat keluarganya yang kena TBC, keluarga ini mengidap TBC akibat tertular dari sang nenek, makanya itu anak ini dibawa kembali oleh ibunya," ucap Nanis.

2. Ajari Adik-adiknya

Dari penuturan sang ibu kandung, YK memiliki perilaku tidak senonoh yang tidak sepatutnya dilakukan oleh anak di bawah umur.

YK kerap mengajarkan adik-adiknya yang berusia tujuh tahun, empat tahun dan satu tahun untuk melakukan tindakan orang dewasa.

"Adiknya cerita ke ibunya, diajarkan berciuman seperti orang dewasa. Lalu adiknya yang laki-laki dan perempuan itu juga diajarkan untuk memainkan organ intim, dia juga meminta untuk direkam saat bagian sensitif, dan telanjang," ucap Nanis.

Begitu dengar pngaduan sang adik, orang tuanya justru marah dan memukul YK. Namun ibunya sadar bahwa itu tidak akan mampu menyembuhkan YK. Itu sebabnya ia memutuskan untuk mengadu ke Pemkot.

3. Pengakuan Sang Ibu

Dari pengaduan tersebut, Pemkot segera melakukan tindakan lebih lanjut pada YK. Tim yang terdiri dari dokter, psikolog dan psikiater diturunkan untuk menggali seberapa jauh kondisi sex addcit yang diderita bocah yang baru duduk di kelas 1 sekolah dasar tersebut.

Sejauh ini, belum ada penuturan bahwa anak tersebut sudah pernah melakukan huubungan seksual dengan orang deawasa atau tidak.

"Kalau sementara ini tidak ada pengakuan ia pernah berhubungan badan atau belum, tapi dia cerita kalau dia diajarkan oleh seseorang di sana, bahkan untuk mengakses video porno melalui youtube dia juga sudah pintar," katanya.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help