Terpaksa Diberi Obat Penurun Libido, Bocah 8 Tahun Ini Kecanduan Seks Gara-gara Hidup di Lokalisasi

Setelah ditelusuri, sex addict yang diderita oleh anak berusia delapan tahun yang diberi inisial YK itu akibat tumbuh besar di kawasan lokalisasi

Terpaksa Diberi Obat Penurun Libido, Bocah 8 Tahun Ini Kecanduan Seks Gara-gara Hidup di Lokalisasi
istimewa
ilustrasi 

5. Libatkan Psikolog dan Hypnoteraphy

Selain itu Pemkot juga menurunkan psikolog dan psikiater untuk mendampingi anak.

Sejauh ini anak YK tersebut sudah bertemu dengan psikiater sebanyak satu kali.

Dalam waktu dekat YK akan ditangani sepenuhnya.

Namun yang terpenting adalah memisahkan anak sex addict tersebut dari lingkungan yang memicu perilaku tersebut kambuh.

Bahkan orang tua, dan lingkungan di sekitar YK sudah diwanti-wanti untuk jangan melakuakn tindakan, pembicaraan atau menunjukkan gambar yang bisa menimbulkan anak tersebut untuk kambuh melakukan aktivitas orang dewasa.

Sebab, sebagaimana diberitakan sebelumya, berdasarkan penuturan ibu kandungnya, YK kerap melakukan perilaku seks yang menyimpang.

Misalnya, mengajarkan adik-adiknya yang berusia 7 tahun, 4 tahun dan 1 tahun untuk memainkan organ intim, mengajarkan berciuman, dan minta untuk merekam ia sedang berbuat tak senonoh.

"Namun yang saya kami lihat dari sini, prediksi ibu wali kota untuk segera menutup lokalisasi agar tidak ada dampak negatif pada anak itu sangat tepat. Ini baru dua kali ditemukan kasus sex addict pada anak, bisa jadi di luar masih banyak tapi belum mau mealapor," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengatakan.

Pihaknya sudah mendatangkan psikiater untuk bertemu dengan YK.

Ke depan bukan tidak mungkin YK akan dikenakan hypnotherapy.

"Kami mendatangkan psikiater dan psikolog untuk melakukan pendampingan dan terapi pada anak tersebut. Karena kalau sudah begitu harus didampingi supaya berhenti melakukan perilaku tersebut," ucap Febria.

Selain itu Febria juga menyebut pihaknya melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk keamanan ke anak-anak jangan sampai hal tersebut terjadi lagi.

"Keluargnya juga sudah kita beritahu bagaimana harus bersikap di depan anak. Dan juga ke tetangga agar jangan sampai ada olok-olok pada anak," katanya.(tribunjatim/Januar Adi Sagita)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved