Rasio Rumah Subsidi Bangka Belitung Mencapai 91,48 Persen

Perkembangan industri properti di Bangka Belitung semakin dilirik banyak investor, satu diantaranya keberadaan bisnis rumah subsidi.

Rasio Rumah Subsidi Bangka Belitung Mencapai 91,48 Persen
Bangka Pos / Idandi Meika Jovanka
Chrys Setiawan selaku Branch Manager BTN Cabang Kota Pangkalpinang, Kamis (18/1/2018) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Perkembangan industri properti di Bangka Belitung semakin dilirik banyak investor, satu diantaranya keberadaan bisnis rumah subsidi.

Pamor perumahan subsidi mengalahkan perumahan non subsidi. Terlihat rasio Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 2017 oleh Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Kota Pangkalpinang berkisar 91,48 Persen.

Branch Manager BTN Cabang Kota Pangkalpinang, Chrys Setiawan mengatakan proporsi perumahan subsidi terealisasi 2017 berkisar 91,48 persen.

Ia tidak memungkiri jumlah rasio tersebut melebih target dan tidak bisa membatasi target tahun ini. Selebihnya, sebanyak 8,52 persen proporsi perumahan non subsidi, Kamis (18/1).

Chrys menjelaskan jumlah besar target yang akan dicapai tahun ini belum ditentukan secara rinci, baik jumlah wilayah maupun unit.

Ia juga menyebutkan tidak terpaku pada target selama ada permintaan pasar yang membutuhkan. Maka, pihaknya akan membiayai dan belum dapat dibatasi jumlahnya.

Lalu, permintaan KPR subsibi di Bangka Belitung semakin melonjak. Chrys menyebutkan pihaknya melakukan sejumlah upaya guna meningkatkan penyaluran KPR non subsidi, satu diantaranya mempromosikan. Selain itu, pihaknya juga melayani penjualan rumah second, renovasi, sehingga tidak hanya KPR saja.

Pada tahun 2018 ini, Ia memprediksi pertumbuhan perekonomian Babel di atas 5 persen. Satu diantara sektor pendukungnya, yakni properti yang mempengaruhi perkembangan ekonomi. Sebagai integrator bisnis properti di tanah air, BTN menilai bisnis properti termasuk Subsidi pemerintah masih tumbuh dan membaik.

Menurutnya, kondisi tersebut akan berlanjut sebab 2017 lalu, secara nasional sektor Industri subsidi di Provinsi Babel mencapai 37,71 persen. Chrys menilai jika properti subsidi pasti berkembang karena pertumbuhannya dikategorikan pesat. Sehingga, membuka peluang dari potensi yang telah ada saat ini.

“Idealnya tumbuh normal dari tahun sebelumnya, diperkirakan sekitar 3000 unit,” ujar Chrys

Terkait non subsidi, ia memperkirakan properti non subsidi dalam masa stalk. Terlihat dari perkembangan pada tahun sebelumnya. Lalu, penyedia rumah non subsidi terhitung dimana saja, pembelinya pun dimana sana. Jadi relatif perkembangan non subsidi masih mirip pada tahun sebelumnya. (*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help