RSUD Sungailiat Resmi Berganti Nama Menjadi RSUD Depati Bahrin

Nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungailiat, Kamis (18/1/2018) resmi berganti menjadi RSUD Depati Bahrin.

RSUD Sungailiat Resmi Berganti Nama Menjadi RSUD Depati Bahrin
Bangka Pos / Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat menandatangani prasasti peresmian nama RSUD Sungailiat jadi RSUD Depati Bahrin dan ruang IGD baru, Kamis (18/1/2018) di Halaman RSUD Depati Bahrin. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungailiat, Kamis (18/1/2018) resmi berganti menjadi RSUD Depati Bahrin.

Selain itu juga RSUD Depati Bahrin sudah memiliki Instalasi Gawat Darurat (IGD) baru dengan Instalasi Rawat Jalan yang sudah dilengkapi dengan fasilitas lift dan gedung berlantai tiga, serta Lauching Pendaftaran Pasien Mandiri (Touchcreen and Online) yang diresmikan langsung oleh Bupati Bangka H Tarmizi Saat.

Peresmian nama RSUD Sungailiat menjadi RSUD Depati Bahrin ini menurut Tarmizi memiliki filosofi. Menurutnya secara harfiah ada tiga pilar nama tiga rumah sakit umum daerah yang diambil dari nama orang-orang yang telah berjasa besar terhadap Kabupaten Bangka.

Pemberian nama tiga RSUD di Kabupaten Bangka ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah atas jasa-jasa Depati Bahrin, Mayor Sjafrie Rachman dan H Eko Maulana Ali.

"Rumah Sakit Umum Daerah Sungailiat jadi RSUD Depati Bahrin ini diambil dari nama pahlawan kita yang jasanya sangat besar, Rumah Sakit Sjafrie Rachman yakni merupakan nama Bupati Bangka pertama yang dibunuh oleh PKI meninggal di laut saat perjalanan dari Bangka dengan kapal laut ke Palembang saat akan menghadiri resepsi pernikahan anak Wakil Gubernur Sumatera Selatan, dan Rumah Sakit Eko Maulana Ali yang secara filosofis pendiri Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sulit mencari sosok bupati dan gubernur seperti beliau jasanya sangat besar untuk Kabupaten Bangka ini. Ini merupakan tiga pilar segitiga ," ungkap Tarmizi.

Ia berpikir ke depan dengan keberadaan tiga RSUD tersebut seiring perkembangan daerah yang akan semakin berkembang.

Sekarang ini menurutnya puskesmas Penagan, Bakam, Riausilip, Petaling, dan Belinyu sudah ada rawat inap ditambah adanya tiga RSUD tersebut diharapkan bisa memberikan pelayanan kesehatan yang baik kepada masyarakat.

Selain itu juga sudah diluncurkannya sistem rumah sakit terintegrasi (sisrute) dimana seluruh puskesmas di Kabupaten Bangka
terintegrasi dengan RSUD.
"Jadi pasien sakit masuk puskesmas sudah dideteksi dan di rekam medik kalau dirujuk ke RSUD tidak perlu pemeriksaan dari nol lagi karena sistem terintegrasi. Mau ke RSUD tidak perlu mendaftar dulu," jelas Tarmizi.

Ia juga meminta agar untuk donor darah juga sudah terintegrasi kebutuhan darah dan pendonor darah sehingga para pendonor darah sudah didata lengkap, baik by name, by address dan by number phone.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved