Fakta Sebenarnya tenatang Siswi Kelas 1 SD Mengidap Kecanduan Seks

Berikut 5 fakta miris soal siswi SD asal Surabaya teridentifikasi mengalami kelainan seks atau kecanduan.

Fakta Sebenarnya tenatang Siswi Kelas 1 SD Mengidap Kecanduan Seks
IST
Ilustrasi Siswi SD 

BANGKAPOS.COM - Miris, itu mungkin ungkapan yang dilontarkan orang ketika mendengar kabar seorang siswi SD yang sudah kecanduan seks.

Ya, bocah berinisial YK asal Surabaya itu teridentifikasi mengalami kelainan seks atau kecanduan.

Hal itu diketahui oleh pemerintah Kota Surabaya berkat aduan dari orangtuanya.

//

Terang saja YK bisa mengidap kelainan mengerikan itu.

Sebab sejak kecil ia tumbuh kembang di lingkungan prostitusi !

Beruntung ia kini telah ditangani pihak Pemkot Surabaya untuk pemulihan.

Berikut 5 fakta miris soal siswi SD yang alami kecanduan seks, dirangkum TribunnewsBogor.com dari Surya.

1. Tinggal Dengan Nenek di Dolly

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A), Nanis Chairani mengatakan kalau YK tumbuh besar di kawasan lokalisasi Dolly.

Sejak usia 2 tahun, ia dititipkan disana dan tinggal bersama neneknya.

Orang tua YK mengakui bahwa lingkungannya saat itu masih ada lokalisasi Dolly.

Saat tinggal di sana, nenek YK berjualan nasi.

Namun karena lingkungan di sana yang tidak sehat, maka YK pun terkena pengaruh buruknya.

"Bisa saja kondisi rumah di sana tidak ada batas antara yang membuka jasa prostitusi dan yang rumah tangga. Bahkan ada yang rumah tangga tapi ada yang buka praktek," ucapnya.

2. Berbuat Tak Senonoh dan Direkam

Dari penuturan sang ibu kandung, YK memiliki perilaku tidak senonoh yang tidak sepatutnya dilakukan oleh anak di bawah umur.

YK kerap mengajarkan adik-adiknya yang berusia tujuh tahun, empat tahun dan satu tahun untuk melakukan tindakan orang dewasa.

"Adiknya cerita ke ibunya, diajarkan berciuman seperti orang dewasa. Lalu adiknya yang laki-laki dan perempuan itu juga diajarkan untuk memainkan alat kelamin, dia juga meminta untuk direkam saat memegang pantat dan juga telanjang," ucap Nanis.

Begitu dengar pengaduan sang adik, orang tuanya justru marah dan memukul YK.

Namun ibunya sadar bahwa itu tidak akan mampu menyembuhkan YK. Itu sebabnya ia memutuskan untuk mengadu ke Pemkot Surabaya.

3. Sudah Pintah Akses Sistus Porno

Tim yang terdiri dari dokter, psikolog dan psikiater diturunkan untuk menggali seberapa jauh tingkat kecanduan yang diderita bocah yang baru duduk di kelas 1 SD tersebut.

Sejauh ini, belum ada penuturan bahwa anak tersebut sudah pernah melakukan hubungan seksual dengan orang dewasa atau tidak.

"Kalau sementara ini tidak ada pengakuan ia pernah berhubungan badan atau belum, tapi dia cerita kalau dia diajarkan oleh seseorang di sana, bahkan untuk mengakses video porno melalui Youtube dia juga sudah pintar," katanya.

Berdasarkan penelusuran, kemungkinan YK sudah diajari untuk melakukan aktivitas orang dewasa tersebut saat masih usia sangat dini.

4. Terkena Penyakit Lain

Selain kecanduan seks, YK juga diketahui mengidap TBC.

Ia terkena TBC karena tertular ketika tinggal bersama sang nenek.

Awalnya YK dititipkan oleh orang tua kandungnya ke sang nenek sampai tahun 2016 sebelum diambil kembali ke Tambak Wedi lantaran neneknya sakit TBC.

"Kami mulanya menemukan anak ini karena pengaduan dari ibunya saat kami merawat keluarganya yang kena TBC, keluarga ini mengidap TBC akibat tertular dari sang nenek, makanya itu anak ini dibawa kembali oleh ibunya," ucap Nanis.

5. Diberi Penurun Libido

Kini anak tersebut diberi obat untuk menurunkan libido sehingga aktivitas menyimpang yang mengajarkan adiknya untuk melakukan perilaku orang dewasa bisa dikurangi.

Selain itu, pihak Pemkot Surabaya juga melibatkan psikolog dan psikiater untuk mendampingi anak yang masih duduk di bangku kelas 1 SD itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengaku sudah mendatangkan psikiater untuk bertemu dengan YK.

Ke depan, kata dia bukan tidak mungkin YK akan dikenakan hypnotherapy.

"Kami mendatangkan psikiater dan psikolog untuk melakukan pendampingan dan terapi pada anak tersebut.

Karena kalau sudah begitu harus didampingi supaya berhenti melakukan perilaku tersebut," ucap Febria.

6. Sudah Terjadi 2 Kali

Sebelumnya, Pemkot juga sempat menemukan kasus serupa, sex addict pada anak berusia delapan tahun di Dolly.
Penemuan kasus tersebut tepatnya terjadi di tahun 2014.

Sampai saat ini anak dengan inisial nama MT itu masih tinggal di shelter milik Pemkot.

"Sampai saat ini masih didampingi. Dia terus didampingi oleh psikolog, psikiater, bahkan juga dilakukan hypnotherapy. Kasusnya yang dulu lebih parah, MT dulu liat laki-laki ganteng sedikit langsung bereaksi, sekarang dia sudah sekolah, sudah jauh lebih baik," katanya.(*)

Editor: teddymalaka
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help