Ini Alasan Renaldi dan Sarjualianto Maju Lewat Perseorangan

Tak mudah memang untuk maju sebagai peserta pilkada melalui jalur partai politik.Setidaknya harus ada konsekuensi yang ditanggung.

Ini Alasan Renaldi dan Sarjualianto Maju Lewat Perseorangan
Bangka Pos / Hendra
Pasangan Rinaldi-Sarjulianto saat menyerahkan berkas perbaikan dukungan ke KPU Pangkalpinang, Jumat (19/1/2018), sore. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tak mudah memang untuk maju sebagai peserta pilkada melalui jalur partai politik.

Setidaknya harus ada konsekuensi yang ditanggung. Besarnya mahar yang harus dibayar tentunya memberatkan para peserta calon kepala daerah bertarung di pemilu.

Sarjulianto, yang melaju dari jalur perseorangan sebelumnya sempat digemborkan bakal digaet partai politik. Ternyata, jalur partai politik gagal.

Ditanya soal tak sanggup bayar mahar politik, Sarjulianto enggan mengungkapkannya. Dia berdalih, niatnya memang jadi peserta pilkada lewat jalur perseorangan.

“Dulunya seperti itu. Mungkin saya ini dinilai tak punya (uang--red). Ya memang, saya dan pak Renaldi niatnya lewat jalur perseorangan,” kata Sarjulianto kepada bangkapos.com, Jumat (19/1/2018).

Rinaldi diketahui berlatar belakang pengurus partai politik. Dia sempat menjadi pengurus DPC Partai Gerindra. Kemudian dia pun pindah menjadi pengurus Partai Nasdem di Pangkalpinang.

Namun dua partai politik itu enggan memilihnya. Dia pun selalu gagal bila hendak maju melalui jalur partai politik.

“Saya dua kali jadi ketua partai dan 2 kali juga tidak diusung oleh partai. Dengan kekuatan masyarakat kita maju tanpa partai politik,” ujar Rinaldi.

Penulis: Hendra
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved