Menguak Sisi Gelap Hollywood, Dari Pelecehan Seks Hingga Pemerkosaan Selebritis Top

Awalnya adalah sebuah artikel dari New Yorker yang mengangkat berita kesaksian dari beberapa wanita yang pernah menjadi korban pelecehan

Menguak Sisi Gelap Hollywood,  Dari Pelecehan Seks Hingga Pemerkosaan Selebritis Top
GETTY IMAGES
Asia Argento 

PERHATIAN! Artikel ini mengandung pemberitaan yang menggambarkan kekerasan dan kejahatan seksual terhadap kaum wanita. Kebijakan dalam membacanya sangat disarankan.

BANGKAPOS.COM– Baru-baru ini, dunia entertainment dikagetkan dengan dipecatnya Harvey Weinstein dari perusahaan miliknya sendiri.

Harvey adalah salah satu pendiri perusahaan Weinstein Company yang mengubah industri perfilman di Hollywood dengan film-film karyanya yang selalu menjadi langganan Oscar dan meraih kesuksesan Box Office.

Film seperti Pulp Fiction, English Patient, King Speech, Shakespeare In Love, dan ratusan film lainnya merupakan hasil produksi dari perusahaan ini.

Oleh karena itu, posisi perusahaan Weinstein Company di Hollywood merupakan salah satu yang terkuat dalam industri film dunia.

Lalu mengapa Harvey Weinstein yang merupakan pendiri dan CEO dari perusahaan ini bisa dipecat dari perusahaan besar di dunia film itu? Jawabnya ternyata sangat mengerikan.

Berdasarkan dari pemberitaan beberapa sumber, Grid.ID melaporkan bahwa Harvey Weinstein dipecat akibat menumpuknya kasus kejahatan seksual terhadap wanita yang melibatkan dirinya.

Awalnya adalah sebuah artikel dari New Yorker yang mengangkat berita kesaksian dari beberapa wanita yang pernah menjadi korban pelecehan sampai pemerkosaan yang dilakukan oleh Harvey.

Dari sana, efek bola salju pun bergulir. Semakin besar pemberitaannya, semakin banyak pula wanita yang berani maju untuk menyatakan kebenaran terhadap kejahatan seksual yang dilakukan mantan CEO Weinstein Company ini.

Beragam upaya hukum pun terjadi, baik dari pihak Harvey yang membantah semua tuntutan tersebut maupun dari pihak para korban yang berani maju menghadapi bos Hollywood ini.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help