Telah Dirawat Sejak Bayi, Keluarga Anies Baswedan Bersedih Kehilangan Kucing Kesayangan

Kami merawat Loki itu dari bayi, dari masih harus dikasih suplemen susu, betul-betul dari kecil dan dirawat ramai-ramai sama anak-anak semua

Telah Dirawat Sejak Bayi, Keluarga Anies Baswedan Bersedih Kehilangan Kucing Kesayangan
Instagram @aniesbaswedan
Gubernur DKI Anies Baswedan dan kucing kesayangannya, Loki. 

BANGKAPOS.COM- Gubernur DKI Anies Baswedan menceritakan awal kisah keluarga kecilnya merawat seekor kucing bernama Loki, hingga akhirnya kucing itu mati karena sakit.

Ia menjelaskan bahwa Loki sudah dirawat sejak masih bayi oleh ia dan keluarganya.

//

Uniknya, bahkan kucing itu pun diberikan suplemen susu.

Keluarganya, kata Anies, merawat Loki dengan cara yang sangat baik.

"Oh ya, jadi kami merawat Loki itu dari bayi, dari masih harus dikasih suplemen susu, betul-betul dari kecil dan dirawat ramai-ramai sama anak-anak semua," ujar Anies, saat ditemui di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2018).

Kasih sayang yang diberikan anak-anak Anies terhadap Loki juga ditunjukkan melalui cara tidur bersama.

Meski Loki hanya seekor kucing, anak-anak Anies sangat menyayanginya.

"Anak-anak itu merawat dari mulai bayi, bahkan kalau tidur bersama-sama, jadi tidurnya bareng," jelas Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI itu kemudian membocorkan hal lainnya yang biasa dilakukan Loki setiap harinya.

Satu di antaranya, yakni jika anak Anies pulang ke rumah, maka kucing itu akan terus mengikutinya.

"Kalau anak saya datang, maka dia (Loki) akan ngikutin terus," kata Anies.

Mutiara Annisa Baswedan atau akrab disapa Tia salah satunya.

Apapun yang dilakukan Tia di rumah, selalu dibuntuti Loki.

Termasuk saat Tia hendak ke kamar mandi pun, Loki akan setia menemani dan menunggunya di depan pintu kamar mandi.

"Tia itu, kalau Tia ke kamar mandi, dia (Loki) akan ikut, tunggu di luar, begitu pintunya dibuka, dia akan ikut lagi," tegas Anies.

Kucing Loki
Loki pun gemar menemani anak-anak Anies belajar.

Selain mengikuti Tia, Loki juga senang mengikuti anak-anak Anies yang lainnya.

"Kalau (anak-anak) datang, dia tunggu di depan," tandas Anies.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berduka atas matinya kucing kesayangan keluarganya yang telah dirawat sejak lahir.

Terlihat dari postingannya dalam sejumlah foto di akun instagram pribadinya @aniesbaswedan, pada Jumat, 19 Januari 2018.

Dalam postingan tersebut, Anies dan keluarganya tampak tengah berduka.

Pasalnya, kucing kesayangan bernama Loki, yang telah dipelihara oleh keluarga kecilnya itu mati setelah sakit beberapa waktu lalu dan sempat dirawat oleh Dokter Hewan.

Mantan Rektor Universitas Paramadina itu pun menyampaikan rasa kehilangannya melalui caption pada foto-foto tersebut.

Penghormatan terakhir yang diberikan keluarga kecilnya pada Loki, yakni dengan menguburkan kucing tersebut secara layak.

Sebelum berangkat sekolah, anak-anak Anies menyempatkan diri untuk menguburkan Loki di liang kubur yang telah digali pada bagian belakang rumahnya.

Kucing Loki Dikubur
Anak-anak Anies menguburkan Loki di belakang rumah mereka, sebelum berangkat ke sekolah.

Selesai menguburkan Loki, anak-anaknya pun bersiap untuk segera berangkat ke sekolah.

Namun salah satu putra Anies, Ismail mengajukan pertanyaan padanya terkait boleh tidaknya memberikan bulu merpati di atas pusara Loki.

Anies pun memperbolehkan, sehingga anaknya yang masih mengenakan ranselnya itu langsung mencari bulu merpati yang sekiranya ada di halaman dan kemudian menancapkan bulu itu di atas tempat peristirahatan kucing peliharaannya itu.

Berikut isi caption yang dituliskan Anies dalam postingan foto 'dukacitanya' atas meninggalnya kucing kesayangan.

Sebelum berangkat ke sekolah, anak-anak menguburkan kucing, yang biasa dipanggil Loki, setelah beberapa waktu sakit dan sempat dirawat dokter hewan.

Semua merasa kehilangan, tadi pagi sama-sama siapkan liang kubur di halaman belakang.

Sesudah semua selesai, Ismail sudah siap berangkat ke sekolah, tiba-tiba dia kembali dan tanya, 'boleh nggak, pasang bulu merpati di atas kuburnya?'.

Dijawab boleh, lalu dia, masih dengan tas sekolahnya, mencari bulu merpati di halaman dan kemudian ditancapkannya bulu itu di tanah kuburnya. 

Editor: khamelia
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved