5 Warga Ditemukan di Hutan Bukit Maras Sempat Dikira DPO dan Teroris

Kadus Buhir, Karnadi meminta siapa saja yang hendak masuk hutan Taman Nasional Bukit Maras untuk izin atau melapor pemerintah desa setempat.

5 Warga Ditemukan di Hutan Bukit Maras Sempat Dikira DPO dan Teroris
ist
perwakilan warga, unsur Pemdes Berbura bersama Kapolsek Riausilip Iptu Christo Nender dan anggota Koramil Belinyu, Sabtu (20/1/2018) akhirnya menemukan lokasi lima warga yang tinggal di dalam hutan Taman Nasional Bukit Maras. Warga Toboali dan Pangkalpinang tersebut sudah beberapa minggu berdiam di Lereng Maras 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Kadus Buhir, Karnadi meminta siapa saja yang hendak masuk hutan Taman Nasional Bukit Maras di Desa Berbura Kecamatan Riausilip dengan waktu yang lama  untuk izin atau melapor pemerintah desa setempat.

"Kami menyayangkan kenapa mereka  tidak melapor ke kami sebagai aparat desa. Kalau seperti inikan bikin repot semua orang. Kalau lapor kami bisa memantau. Hormati juru kunci dan adat kami,' ujar Karnadi, kepada bangkapos.com, Minggu (21/1/2018).

Baca: Sempat Resahkan Warga, Ternyata Ini Tujuan dari 5 Orang yang Menginap di Dalam Hutan Bukit Maras

Permintaan itu, bukan tanpa alasan, lanjut Karnadi, pasalnya ada lima orang tanpa melapor, menginap di Hutan Taman Nasional Bukit Maras, yang sempat meresahkan warga. Bahkan kelimanya sempat dikira sebagai pelarian DPO atau teroris.

"Ngerinya lagi kalau sampai teroris, waduh kita bisa kena tegur dan sebagainya. Alhamdulillah, lima orang yang kita kunjungi di hutan itu tujuannya baik. Niat kami ke atas juga silaturahmi, lima orang tadi tidak melakukan kegiatan lain kecuali berzikir, menyepi untuk menenangkan diri saja, rencana mereka sampai 40 hari nginap di Maras," ujar Karnadi.

Baca: 5 Orang yang Resahkan Warga, Akhirnya Ditemukan di Tengah Hutan Bukit Maras

Tokoh masyarakat Dusun Bernai Amirudin mengungkapkan hal sama.

"Mereka masuk tanpa izin, masuknya melalui Buhir. Mereka nginap di hutan, rupanya hanya ingin melakukan zikir saja," ujar Amir

Dikatakan Amirudin, unsur dari Desa Berbura bersama Kapolsek Riausilip, anggota Koramil Belinyu menemui warga yang nginap di lereng Bukit Markas, tujuannya juga untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Mereka juga disarankan agar menjaga lingkungan dan tidak merusak hutan.

"Mereka juga diminta untuk menghormati adat di kampung ini, ya kalau lain kali mau Masuk, ya lapor dulu, apakah masuknya lewat Buhir atau Bernai, kalau lapor kan kami dari Desa mudah memantaunya, ini demi keamanan dan ketertiban bersama, coba kalau masuk dak pakai lapor, terus terjadi sesuatu, siapa yang mau disalahkan," tandas Amirudin.(*)

Penulis: riyadi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved