Gunakan Anggaran Dinas Untuk Keperluan Pribadi, Mantan Bendahara PU Basel Dijebloskan ke Tua Tunu

Alma selaku bendahara Dinas PU, telah ditahan pada Jumat (5/1/2018) lalu, tersangka Alma terbukti telah melakukan penyalahgunakan kewenangan

Gunakan Anggaran Dinas Untuk Keperluan Pribadi, Mantan Bendahara PU Basel Dijebloskan ke Tua Tunu
Bangkapos/Riki Pratama
Kajari Toboali, Pramono Mulyo 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

 BANGKAPOS.COM,BANGKA--Selain telah menahan mantan bendahara Desa Tiram, sebelumnya Kejaksaan Negeri Bangka Selatan juga telah menahan mantan bendahara Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkab Basel bernama Alma atas tindak pidana korupsi pemakaian anggaran Dinas PU.

Akibat ulah mantan bendahara Dinas PU itu kerugian negara ditaksir mencapai hampir setengah milyar yakni Rp 450 juta.

Alma selaku bendahara Dinas PU, telah ditahan pada Jumat (5/1/2018) lalu, tersangka Alma terbukti telah melakukan penyalahgunakan kewenangan dengan memakai anggaran milik Dinas PU untuk keperluan pribadinya.

"Tersangka Alma juga sebelumnya sudah kita tahan di LP Tua Tunu, saat ini kita masih melakukan penyidikan pemberkasan untuk dilimpahkan ke pengadilan Tipikor,"ujar Kajari Bangka Selatan Pramono kepada wartawan, Selasa (23/1/2018) di tempat kerjanya.

Pramono menambahkan, bahwa tersangka Alma telah terbukti menggunakan dana Dinas PU untuk keperluan pribadinya dan hobinya bermain judi Online.

"Seperti untuk bermain judi online, ia mencairkan anggaran Dinas PU itu bermain itu, selain untuk keperluan ia pribadinya,"lanjutnya.

Selain kasus Tipikor, lanjut Pram bahwa Tersangka Alma juga terkena kasus penggelapan pajak Dinas PU Pemkab Basel sebesar Rp 150 juta.

"Tersangka Alma juga terkena kasus pajak yang tidak ia bayarkan sebesar Rp 150 juta kurang lebih, ia terkena undang undang pajak, dan penanganya saat ini dilakukan oleh pihak Kanwil Pajak di Palembang karena itu memang kewenangan mereka,"ujarnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help