Jaring 10 Ton Ikan Dalam Semalam, Asbar Cs Raup Keuntungan Puluhan Juta Rupiah

Peruntungan atau keberuntungan seseorang akan sebanding dengan kerja kerasnya. Seperti yang dialami oleh Asbar (32) dan temannya.

Jaring 10 Ton Ikan Dalam Semalam, Asbar Cs Raup Keuntungan Puluhan Juta Rupiah
ist
Nelayan Asbar alias Kebbak (32) bersama rekan-rekan saat masih berada di atas perahu di tengah laut Perairan Pulau Toti Bangka saat berhasil menangkap ikan sebanyak 10 Ton 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Peruntungan atau keberuntungan seseorang akan sebanding dengan kerja kerasnya.

Seperti yang dialami oleh Asbar (32) dan temannya. 

Nelayan yang tinggal di Lingkungan Nelayan II Sungailiat Bangka, dalam semalam mendapatkan 10 Ton ikan saat melaut. Hasil laut itu dia jual Rp 6.000 hingga Rp 9.000 perkg.

Sedikitnya pria asal Lingkungan Nelayan II Sungailiat Bangka ini memetik Rp 70 Juta dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, Selasa (23/1/2018)

"Asbar atau biasa disapa Kebbak menggunakan alat tangkap gaek atau jaring lingkar. Malam tadi (Selasa Dinihari) dia panen ikan tamban dan ikan laisi sebanyak 10 ton dalam satu malam, " kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Ridwan memberi kabar suka cita dari Asbar alias Kebbak (32) Warga Lingkungan Nelayan II Sungailiat Bangka, Selasa Malam (23/1/2018)

Dari laporan Ridwan menyebutkan, nelayan binaannya itu menggunakan perahu bersama rekan-rekan melaut di sekitar Perairan Pulau Toti, Utara Pulau Bangka.

Ketika ketiban rejeki, Fiber ikan di perahu sampai tak sanggup menampung hasil tangkap. Ikan kemudian dijual kepada para pedagang pengumpul, setelah sampai di daratan.

"Kebbak bilang bahwa hasil tangkapan itu dia jual dengan harga bervariasi. Penjualan ikan laisi Rp 9000 perkg, ikan tamban Rp 6000 perkg. Sehingga hasil melautnya terjual dengan harga rata-rata Rp 7000 perkg. Jadi kalau ditotal hasil penjualan hari ini 10 ton x 7.000 = Rp 70 juta," kata Ridwan mengutip laporan nelayan tersebut.

Namun diakui Ridwan, tidak setiap malam Asbar alias Kebbak mendapat keberuntungan. Begitu juga nelayan lainnya, hanya waktu tertentu bisa meraup untung.

"Yang jelas nelayan kami bernama Asbar yang sehari-hari dipanggil Kebbak ini sangat bersyukur atas melimpahnya hasil tangkapannya dalam semalam dapat 10 ton," kata Ridwan.

Sementara itu, kondisi Perairan Bangka, mulai membaik. Cuaca ekstrim seperti gelombang dan angin, berangsur reda. Lautan tak lagi mengganas sehingga para nelayan kembali bergairah turun ke laut.

"Habis badai nelayan melaut lagi. Dipastikan nelayan Kabupaten Bangka mulai panen ikan lagi, seperti Asbar alias Kebbak ini," kata Ridwan.

Pada kesempatan yang sama, Ridwan menyatakan, Bangka Belitung (Babel) merupakan propinsi kepulauan yang potensi perikanannya sangat melimpah. Apalagi efek dari zero ilegal fishing dan kapal-kapal asing menjadi penyebab meningkatnya hasil tangkapan nelayan lokal.

"Dalam hal ini menjadi catatan penting Pemerintah Propinsi Bangka Belitung dalam peningkatan produksi perikanan serta cipta kondisi industri hulu dan industri hilir sebagai stabilisator harga ikan di pasaran. Potensi pengembangan industri hilir sudah saatnya menjadi kalkulasi pemerintah dalam penyerapan tenaga kerja dan pengembangan potensi kelautan dan perikanan yang harus digalakan," imbaunya.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help