PKS Tegaskan Tolak Hutan Tanaman Industri di Babel

Kontribusi yang diberikan HTI kepada masyarakat belum jelas. Namun efek yang ditimbulkan tidak bisa dipandang sebelah mata.

PKS Tegaskan Tolak Hutan Tanaman Industri di Babel
istimewa
jumpa pers 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM,BANGKA --Setelah menerima informasi dan masukan dari masyarakat secara seksama,PKS Bangka Belitung mengeluarkan sikap resminya yakni dengan tegas menolak hutan tanaman industri (HTI) yang ada di Bangka Belitung.

Hal ini untuk merespon banyaknya penolakan masyarakat terhadap HTI.

“Kontribusi yang diberikan HTI kepada masyarakat belum jelas. Namun efek yang ditimbulkan tidak bisa dipandang sebelah mata.Masyarakat akan kesulitan dalam bercocok tanam karena mayoritas lahan sudah dikuasai HTI. Padahal mata pencaharian masyarakat kita adalah bertani.Oleh sebab itu kami dari PKS dengan tegas menolak keberadaan HTI” Kata Rio Setiadi,Sekum DPW PKS dalam konferensi pers yang didampingi oleh kabid Humas PKS,Muhamad dan Ketua Komisi II DPRD Bangka Belitung,Aksan visyawan di kantor DPW PKS Babel,Selasa (23/01/2018).

“Selaku wakil rakyat kami akan mengawal prosedur pencabutan izin HTI.Asalkan sesuai dengan mekanisme perundang-undangan yang berlaku,apapun akan kami lakukan. Kami siap menampung aspirasi masyarakat dan berjuang bersama. Bahkan komisi yang saya pimpin yakni komisi II sudah dua kali membawa rombongan pendemo dan walhi ke kementeriaan, ” tambah Aksan visyawan.

“Dengan adanya HTI,lahan pertanian warga akan semakin sedikit.Tentu akhirnya akan membuat perekonomian warga semakin tidak menentu. Kami ingin masyarakat tidak kesulitan dalam berkebun. Terlebih Bangka sudah terkenal dengan Muntok white Pepper. itu yang seharusnya didukung.maka sudah seharusnya keberadaan HTI ini ditolak bersama-sama”pungkas Aksan mengakhiri konferensi pers.(*)

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: Iwan Satriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved