Terkesan Kumuh, Satpol PP Angkut Lapak Pedagang Buah Musiman di Hutan Wisata

Sebanyak 10 pedagang ini tak menyangka bakal ada penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Hutan Wisata

Terkesan Kumuh, Satpol PP Angkut Lapak Pedagang Buah Musiman di Hutan Wisata
Bangkapos/Nurhayati
Para Petugas Satpol PP Kabupaten Bangka saat membersihkan lapak pedagang kaki lima yang menjual buah musiman, Selasa (22/1/2018) di Hutan Wisata Sungailiat 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Para pedagang buah musiman yang berjualan durian, cempedak, duku, manggis dan rambutan sempat kaget saat baru saja membuka lapak dagangan mereka, Selasa (23/1/2018) pagi di Hutan Wisata Sungailiat ketika didatangi Tim Satpol PP Kabupaten Bangka.

Sebanyak 10 pedagang ini tak menyangka bakal ada penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Hutan Wisata tersebut.

Selama hampir empat bulan ini mereka berjualan buah musiman, baru hari ini mereka mendapat teguran langsung dari Tim Satpol PP Kabupaten Bangka.

Para petugas satpol pp ini langsung mengangkut lapak pedagang yang terbuat dari kayu-kayu bekas ini ke atas mobil satpol pp untuk dibersihkan karena terkesan kumuh.

Kendati tidak ada tindakan refresif yang dilakukan Tim Satpol PP Kabupaten Bangka namun para pedagang tersebut diminta menjaga kebersihan saat berdagang. 

"Boleh berjualan tapi jaga kebersihan.   Jangan meninggalkan sampah. Papan kas juga di tinggalkan, ini kan jadi kumuh," sesal Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman kepada bangkapos.com.

Menurutnya, kawasan hutan wisata merupakan ruang terbuka hijau yang menjadi paru-paru kota.

Setiap pagi dan sore masyarakat berolahraga di hutan wisata tersebut jika kumuh maka akan mencoreng citra Hutan Wisata Sungailiat yang selama ini dijaga kebersihannya.

"Pemkab Bangka memberi mereka kebijakan kepada pedagang musiman buah durian, cempedak dan lainnya agar mematuhi aturan yang sudah ditetapkan pemerintah daerah," tegas Suherman.

Apalagi menurutnya, Sungailiat sebagai Kota Adipura sehingga perlu dijaga kebersihannya.

Untuk itu ia memperingatkan para pedagang jika membandel akan ditertibkan kembali.

Para PKL ini juga bisa terancam pidana kurungan enam bulan atau denda sebesar Rp 5 juta jika tidak mematuhi aturan Pemkab Bangka agar menjaga kebersihan di tempat mereka berjualan.(*)

.

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved