Terungkap Kronologi Insiden Berdarah Pengawal Prabowo Tewas Ditembak di Depan Calon Istri

Fernando Wowor yang tewas ditembak memegang posisi vital sebagai salah satu pengawal dekat Ketua Umum Prabowo Subianto.

Terungkap Kronologi Insiden Berdarah Pengawal Prabowo Tewas Ditembak di Depan Calon Istri
Istimewa
Fernando Wowor saat mengawal Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. 

BANGKAPOS.COM - Usianya masih muda tapi harus meregang nyawa di tangan oknum anggota Brigadir Mobil (Brimob), Sabtu (20/1/2018) dini hari.

Kematian Fernando Wowor (29) menjadi perhatian terutama elite DPP Partai Gerindra.

Meski masih menyandang status mahasiswa, Fernando sudah memegang posisi vital sebagai salah satu pengawal dekat Ketua Umum Prabowo Subianto.

//

Jenazah Fernando dibawa ke kampung halamannya Manado, Minggu (21/1/2018).

Jenazah korban penembakan oknum brimob dimakamkan Senin (22/1/2018) siang di Tomohon, Sulawesi Utara.

Baca: Sosok Ini Ungkap Alasan Sebenarnya Ahok Gugat Cerai, Katanya Sih Bukan Karena Veronica Tan Selingkuh

Persiapan jelang pemakaman Fernando Wowor terus dilakukan pihak keluarga di rumah duka di Kelurahan Talete, Tomohon. Sejumlah karangan bunga, termasuk di antaranya dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menghiasi halaman rumah korban.

Para pelayat menghadiri ibadah pemakaman Fernando Allan Josua Wowor, di rumah duka Kelurahan Talete 1, lingkungan 5, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, pada Senin (22/1/2018)/TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI
Para pelayat menghadiri ibadah pemakaman Fernando Allan Josua Wowor, di rumah duka Kelurahan Talete 1, lingkungan 5, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, pada Senin (22/1/2018)/TRIBUNMANADO/FERDINAND RANTI

Sementara itu, pihak keluarga menyatakan sangat kehilangan atas meninggalnya korban. Terlebih, Fernando merupakan sulung dari lima bersaudara.

Fernando Wowor, korban penembakan oleh oknum anggota brimob tewas pada Sabtu (20/1) dini hari lalu di area parkir sebuah tempat hiburan malam di wilayah Sukasari, Bogor, Jawa Barat.

Ini Kronologi Lengkapnya

Kepolisian Resor Kota Bogor tengah menyelidiki kasus perkelahian yang melibatkan seorang anggota polisi dan berujung pada tewasnya seorang warga sipil, diduga kader Partai Gerindra.

Baca: 7 Driver Online Ini Kerjanya Cuma Antar Tuyul Tapi Bisa Raup Puluhan Juta, Jangan Ditiru Yah!

"Sabtu dini hari sekitar pukul 2.00 WIB terjadi perkelahian antara anggota kita dengan masyarakat," kata Kepala Bidang Hukum Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Bagus Pramono di Mapolresta Bogor, dikutip Antara.

Fernando Wowor saat bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Fernando Wowor saat bersama Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. ()

Polisi menyatakan anggota Brimob tersebut dalam keadaan koma dan kritis di Rumah Sakit Kramatjati, Jakarta, dan korban sipil meninggal karena luka tembak.

Kepolisian menyatakan identitas kedua pihak yang terlibat perkelahian adalah Brigadir R dan warga sipil berinisial F.

Sementara data dari lapangan menunjukkan warga tersebut bernama Fernando (29).

"Kita tidak tahu masalahnya apa, dalam penyelidikan. Saksi-saksi sudah diamankan, begitu juga barang bukti," kata Bagus.

Baca: Komentar Ngakak Netizen Usai Menyaksikan Gol Berdarah-darah Ronaldo

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat bidang Advokasi Partai Gerindra, Habiburokhman, mengatakan korban adalah seorang kader partainya, Fernando Wowor.

Melalui keterangan tertulis yang diperoleh CNNIndonesia.com, Habiburokhman menceritakan kronologi kejadian ini berdasarkan cerita teman Fernando yang juga berada di lokasi, Rio Endika Putra Pradana.

Menurutnya, kejadian berawal pada 2.00 WIB ketika Fernando dan Rio hendak mengunjungi restoran Dunkin Donuts dan lapangan parkir yang berada di samping lokasi tampak penuh.

"Kemudian diarahkan oleh tukang parkir Lips untuk parkir di depan ruko-ruko, kebetulan ada kosong satu," bunyi keterangan Habiburokhman, merujuk kepada salah satu tempat hiburan malam yang ada di lokasi.

Baca: 8 Fakta Tewasnya Siswi SMP Usai Begituan Bareng Sang Pacar, Main 2 Kali Hingga Pendarahan

Saat mobil belok, mobil diadang oleh seorang laki-laki yang mengendarai motor besar BMW berwarna abu-abu. "Dia mainkan gas motornya seakan sedang acara konvoy."

"Motor ini harganya sama dengan mobil itu. Kamu yang mundur atau aku yang mundur?" kata Habiburokhman, menirukan perkataan orang tersebut.

Arif, salah seorang teman korban, turun dari mobil dan mencoba berbicara dengan lelaki itu.

Namun, kata Habiburokhman, dia kemudian malah marah-marah sambil mencabut senjata laras pendek.

Rio turun dari mobil dan berusaha mendinginkan dan melerai, tapi situasi memanas dan pistol itu diarahkan ke kepala Arif.

Rio memegang tangan orang tersebut dan mengatakan "jangan begitu, Mas."

"Dia makin marah, moncong pistolnya digetok-getokin ke kepala Arif." Karena khawatir, Rio kemudian berusaha merebut senjata ketika Fernando turun dari mobil dan perhatian teralihkan.

Baca: Inilah Temuan Mengejutkan Dokter Saat Periksa Jenazah Siswi SMP yang Tewas Usai Intim Bareng Pacar

Saat itulah terjadi kontak fisik, di mana Rio dan Fernando menjatuhkan lelaki tersebut dan memiting lehernya untuk merebut senjata.

Kemudian, keadaan semakin kacau setelah warga sekitar ikut memukuli pembawa pistol.

Tiba-tiba, kata Habiburokhman, Rio ditarik dari belakang dan berhenti dari usahanya membalik badan.

Fernando Wowor yang memegang payung.
Fernando Wowor yang memegang payung untuk melindungi Prabowo Subianto. (Tribunnews)

"Tiba-tiba 'DOR', kawan saya Fernando Wowor tumbang," kata Rio sebagaimana dituturkan Habiburokhman.

"Saya kaget, lalu saya tangkap lagi pistol si pelaku dengan agak memaksa ibu jarinya tekan tombol pelepas magazen."

"Pistolnya berhasil saya ambil, posisi di situ, si penembak digebukin oleh banyak orang lain, entah siapa, saya tidak peduli."

Baca: Gadis Kecanduan Seks Diberi Obat Penurun Libido dan Dilarang Pakai Benda Ini

Kemudian korban dibawa ke Rumah Sakit Vania dalam keadaan sudah meninggal.

Menurut polisi, korban sedang diotopsi untuk memastikan penyebab kematian dan dari arah mana tembakan datang.

"Ini perkelahian, ada perebutan senjata api. Kita datangi lokasi, sementara masih pendalaman, dari mana anggota, dalam rangka apa, semua masih pendalaman," kata Bagus.

Menurut Bagus, anggota yang terlibat perkelahian berada di lokasi bersama dengan calon istrinya. Sementara senjata yang digunakannya merupakan perlengkapan perorangan Polri yang dilengkapi surat-surat kepemilikan.

Pernyataan Tegas Elite Gerindra

Elite DPP Gerindra berharap kasus ini diusut tuntas setuntasnya.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Edhy Prabowo
Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Edhy Prabowo (Handover)

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Edhy Prabowo dan kader partai lainnya hadir memberikan penghormatan terakhir.

"Kami kehilangan sosok teladan, ini sangat berat atas kepergian fernando, partai Gerindra sangat berduka atas kepergian kader kami," kata Edhy.

Baca: Lebih Parah, Siswi Kecanduan Seks Ini Pantang Lihat Lelaki Ganteng Langsung Bereaksi

Dikatakan Edhy, semasa hidup almarhum sangat baik dan bertanggungjawab menjalankan tugas sebagai pengawal Ketum Gerindra, Prabowo.

Sehingga Fernando Wowor selalu mendapat dukungan Prabowo Subianto.

"Selamat jalan adikku tersayang, anakku tersayang, kader Gerindra terbaik, almarhum telah mengabdikan diri demi Partai Gerindra, selamat jalan pejuang partai Gerindra," kata dia disambut isak tangis keluarga Fernando.

Kader dan simpatisan Gerindra membawakan laku favorit Fernando Wowor yakni "bila ku ingat lelah"

Tampak hadir, Wakil Wali Kota Tomohon, Syerly Adelyn Sompotan hadir dalam pemakaman.(Tribun Timur)

//
 
Editor: fitriadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help