Bangka Barat Jadi Pusat Kegiatan Penanganan Terpadu Gizi Buruk

Secara nasional ada 100 kabupaten/kota yang ditekankan untuk penanggulangan stanting, untuk Babel di Bangka Barat, ini mungkin

Bangka Barat Jadi Pusat Kegiatan Penanganan Terpadu Gizi Buruk
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Kepala Dinas Kesehatan Babel, Mulyono Susanto. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto menyebutkan tahun ini ada penanganan terpadu gizi buruk, yang kegiatannya akan dipusatkan di kabupaten Bangka Barat.

Disinggung dipilihnya Babar menjadi daerah untuk penanganan gizi buruk terpadu. Menurutnya ini disebabkan banyak hal seperti ketersediaan air bersih, ekonomi dan faktor lainnya.

"Secara nasional ada 100 kabupaten/kota yang ditekankan untuk penanggulangan stanting, untuk Babel di Bangka Barat, ini mungkin pusat menunjuknya berdasarkan pertimbangan mereka karena ada indikatornya, misalnya kalau karena kurang air bersih bisa diare, kemudian bisa juga Fasilitas kesehatan yang jauh," ujarnya.

Dalam penanggulangan stanting ini ada beberapa kegiatan seperti pengetahuan masalah gizi, kesehatan, dan gerakan masyarakat.

Ia mengatakan dengan ditunjuknya Babar sebagai daerah penanggulangan bukan berarti daerah lain tidak mendapatkan perhatian.

Ia menambahkan penanganan gizi buruk bukan hanya dibebankan ke dinas kesehatan, melainkan juga lintas sektoral. Pasalnya gizi buruk tidak hanya kekurangan makanan namun juga dipengaruhi faktor lainnya.

"Ini kan harus lintas sektoral penangananya, misalnya masalah ekonomi, ketersediaan fasilitas kesehatan ini kan berkaitan dengan instan lain juga. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menerapkan pola hidup sehat," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved