Gali Potensi Wisata Baru, Gubernur Minta Bentuk Badan Pengelola Marine Geopark Babel

Situs Kota Kapur masih belum banyak dilihat atau dikaji dari aspek marine anthropology.

Gali Potensi Wisata Baru, Gubernur Minta Bentuk Badan Pengelola Marine Geopark Babel
ist
Gubernur Kepulauan Babel, Dr Erzaldi Rosman Djohan (kanan), Kepala Dinas Pariwisata Babel Rivai (tengah) dan Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc (Wakil Rektor II UBB) asyik membincangkan marine geopark 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Gubernur Bangka Belitung, Dr Erzaldi Rosman Djohan terkesima dengan fakta banyak dan tersebarnya potensi marine-geopark di provinsi kepulauan ini. 

Untuk menjadikannya sebagai suatu produk dan destinasi wisata yang bernilai jual tinggi, gubernur memerintahkan jajarannya segera membentuk sebuah lembaga bernama Badan Pengelola Marine Geopark Bangka Belitung.

“Saya minta langkah-langkah untuk menggali semua potensi marine geopark lebih dahulu didiskusikan dengan Prof Dr Ir Agus Hartoko MSc (Wakil Rektor II UBB). Termasuk tim yang akan terlibat di dalam badan itu, pun silakan koordinasi dengan Prof Agus!,” tegas Erzaldi di tengah-tengah paparan Prof Agus Hartoko mengenai Marine dan Geopark Bangka Belitung (Babel) di Ruang Tanjungpendam Kantor Pemrov Kepulauan Babel, Air Itam-Pangkalpinang, Selasa (23/1/2018) lalu.

Dalam paparan yang dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Babel Rivai dan staf, serta EDSM Babel, Prof Agus menjelaskan perkembangan hasil survei dan penelitian yang telah dilakukan Universitas Bangka Belitung (UBB) dalam satu tahun terakhir.

Di antaranya sejumlah lokasi marine geopark yang memiliki nilai global di Tuing (Bangka), Pulau Begadung (Bangka Tengah), Situs Kota Kapur (Bangka) serta hamparan pulau -- baik di Bangka Selatan maupun di Pulau Mendanau, Belitung,-- dan beberapa lokasi barang muatan kapal tenggelam (BMKT) di Selat Gaspar Tuing menurut catatan Agus memiliki nilai kekhasan sendiri.

Selain di sini terhampar formasi batuan dalam posisi miring sebagai dampak dari proses geologis dari dasar laut (geological up-life), juga hidup flora dan fauna endemik dan komunitas warga masyarakat Tionghoa dan Suku Lum.

“Formasi batuan di sana berasal dari dasar laut yang didorong atau suatu desakan dari bawah ke atas permukaan. Peristiwa ini dikenal sebagai geological up-life. Fenomena geologis ini satu-satunya ada di Indonesia,” ujar Agus Hartoko.

Sementara di lahan marginal (kurang unsur hara) dan berpasir yang ada di Tuing, lanjut Agus Hartoko tumbuh subur beberapa jenis anggrek, antara lain jenis Hoya. Anggrek endemik itu sangat indah dan punya nilai jual tinggi.

“Pulau Begadung pun sangat menarik bagi tipe wisatawan explore atau penjelajah. Di sisi terhampar batuan betamorf, batuan unik dan warna menarik yang berasal dari dasar laut. Lokasi penyu bertelur, jajaran gua di tebing pulau sebagai habitat burung walet, vegetasi bakau tua, perairan untuk snorkling dan diving serta lokasi kapal tenggelam,” tukas Agus Hartoko.

Sementara situs Kota Kapur yang merupakan satu dari enam prasasti menandai keberadaan Kerajaan Sriwijaya Abad ke 7, memiliki nilai sejarah berskala internasional.

Halaman
12
Penulis: Herru W
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved