Keluhan Pedagang Hutan Wisata, Gugun: Jangan Biarkan Kami Jadi Pencuri

Enaknya jualan disini tidak dikenakan retribusi sampah, retribusi keamanan dan lainnya tidak ada, semuanya gratis asalkan kita selalu

Keluhan Pedagang Hutan Wisata, Gugun: Jangan Biarkan Kami Jadi Pencuri
Bangkapos/Edwardi
Gugun sedang menyiapkan dagangan buah duriannya di depan Hutan Wisata Suaka Alam Sungailiat, Rabu (24/1/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA –- Pasca penertiban lapak-lapak pedagang buah-buahan, khususnya durian di samping trotoar depan Hutan Wisata Suaka Alam Sungailiat, Rabu (24/1/2018) pagi sekitar pukul 09.30 WIB terlihat hanya ada satu pedagang buah durian yang hendak membuka di lapaknya.

Sedangkan di bagian sisi kanan hanya ada satu gerobak penjual es dawet, sedangkan di sisi kirinya terlihat lebih banyak lagi pedagang yang menjajakan dagangannya, seperti es tebu, pedagang pakai mobil, dan lainnya.

Gugun, pedagang durian dan tempoyak yang ditemui Bangkapos.com mengaku baru dua hari menggelar dagangan buah durian di depan hutan wisata ini.

“Saya nggak tau juga kenapa para pedagang buah durian masih sepi, saya baru juga berjualan disini pak,” kata Gugun, warga Parit Padang Sungailiat.

Diakui Gugun, kemarin memang ada kejadian dimana petugas Satpol PP sekitar pukul 08.00 WIB mengangkut semua lapak pedagang durian yang diletakkan di samping trotoar depan taman wisata ini.

“Petugas Satpol PP memang mengangkut lapak-lapak meja pedagang durian ini ke kantornya. Para pedagang diminta datang mengambilnya dengan syarat membawa KTP. Selanjutnya kita didata dan diminta agar menjaga kebersihan dan lapak meja dagangan jangan dibiarkan di depan samping trotoar karena membuat kesan kotor dan kumuh, tapi mereka tidak melarang kita berjualan,” jelas Gugun.

Gugun mengaku berjualan durian di tempat ini tidak dikenakan biaya retribusi apapun, sehingga disenangi para pedagang.

“Enaknya jualan disini tidak dikenakan retribusi sampah, retribusi keamanan dan lainnya tidak ada, semuanya gratis asalkan kita selalu menjaga kebersihannya,” jelas Gugun.

Gugun berharap Pemkab Bangka dan petugas Satpol PP tidak melarang dan merazia pedagang yang berjualan di tempat ini, karena ia dan teman-teman hanya berusaha mencari makan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kita jualan disini hanya sekedar nyari makan sehari-hari, tidak lebih. Karena itu janganlah kami dilarang, apa pemerintah mau dan tega membiarkan kami jadi pencuri. Masih syukur kami bisa berjualan mencari makan sehari-hari, kalau tidak bisa lagi jualan terpaksalah kita jadi pencuri,” imbuhnya.(*) 

Penulis: edwardi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved