Hasil Panen Beras di Rias Meningkat, Harga Jualnya Rp 8 Hingga 9 Ribu Per Kg

Alhamdulialh dari, adanya peningkat biasanya empat ton ini sampai lima ton, karena cuaca menentukan juga, cuaca waktu itu bagus

Hasil Panen Beras di Rias Meningkat,  Harga Jualnya Rp 8 Hingga 9 Ribu Per Kg
Bangkapos/Riki Pratama
Persawahan di Desa Rias 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ketua Gapoktan Sepakat Jaya Desa Rias Arianto mengatakan bahwa hasil panen padi miliknya meningkat dari empat ton menjadi lima ton pada beberapa bulan lalu, menurutnya faktor cuaca dan perawatan yang baik menjadi penyebab produksi padi petani di desa Rias meningkat.

"Tetapi kalau sekarang ini masih tahap penanaman umur padi masih 20 hari, jadi belum bisa menentukan produksinya.Terakhir produksi tahun 2017 bulan delapan, meningkat kemrin IP 2, artinya indek penanaman dua kali, tanam sekali panen bulan April, lalu tanam kedua panennya bulan Agustus dan September,"kata Arianto kepada wartawan, Kamis (25/1/2018).

Ia menambahkan, bahwa dengan hasil yang meningkat membuat keuntungan banyak petani di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.

"Alhamdulialh dari, adanya peningkat biasanya empat ton ini sampai lima ton, karena cuaca menentukan juga, cuaca waktu itu bagus kondisinya,cukup lumayan, termasuk kualitas berasnya karena waktu itu musim kemarau jadi kulitas beras bagus, sering dimintai konsumen beras,"lanjutnya.

Sementara untuk pemasaran, ia mengatakan bahwa pihaknya menjual ke pabrik pengilingan dengan harga dari Rp 8 ribu hingga Rp 9 ribu perKg.

"Pemasaran sangat muda jual ke pabrik ada tengkulak juga, kami suda ada pembelinya perkilogram harganya Rp 8 sampai 9 ribu untuk di pabrik,"lanjutnya.

Sementara, untuk kondisi lahan persawahan sendiri di Desa Rias selalu dipantau fungsinya, dimana lahan milik petani tidak boleh dialih fungsikan menjadi lahan perkebunan atau pertambangan.

"Untuk lahan sementara ini kayaknya tidak ada, yang dialih fungsikan, sejak ada cetak tahun 2016 dan 2017 kami sebagai ketua Gapoktan juga selalu mengawasi dan cepat lapor, memang dulu ada persawahan ditanam sawit , tetapi sekarang tidak boleh lagi, seperti lahan persawahan di buat perkebunan, apalagi sampai dibuat lahan pertambangan tidak dibolehkan, kami selalu mengawasinya bersama dinas terkait,"ujarnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved