Petugas SPBU Tertangkap Tangan Jual Solar Subsidi ke Pengerit

Tim Subdit 1 Industri dan Perdagangan (Indag) Dit Krimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung membekuk YS

Petugas SPBU Tertangkap Tangan Jual Solar Subsidi ke Pengerit
ist
Petugas SPBU kecamatan Puding Besar saat dipergoki anggota Indag Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung mengisi BBM subdidi ke drum diatas mobil pickup Rabu (24/1/2018) kemarin 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM,COM, BANGKA--Tim Subdit 1 Industri dan Perdagangan (Indag) Dit Krimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung membekuk YS, penanggungjawab SPBU 24.331.141 Kecamatan Puding Besar Kabupaten Bangka.

Tim Indag Dit Krimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung memergoki petugas nozel sedang mengisi solar bersubsidi di SPBU tersebut kepada pengerit (para pembeli BBM berulang untuk dijual kembali-red) menggunakan drum diatas mobil pickup.

"Jadi kita amankan RH pengerit solar dan YS selaku penanggungjawab SPBU kemarin Rabu (24/1/2018)," kata Kabid Humas AKBp Abdul Mun'im mewakili Dir Krimsus Kombes (Pol) Mukti Juharsa Kamis (25/1/2018).

Pengungkapan tersebut bermula dari informasi masyarakat yang resah karena kesulitan mendapatkan BBM subsidi jenis solar di SPBU Puding Besar akibat maraknya aksi pengeritan oleh sebagian orang dengan mendapatkan jalur khusus.

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh Tim Indag Dit Krimsus dipimpin Kasubdit Kompol Wahyudi Rahman melakukan penyelidikan.

Rabu (24/1/2018) tim mendatangi lokasi saat SPBU mulai menjual BBM.
Saat petugas terlihat mengisi solar subsidi ke dalam jeriken di atas mobil pickup tim langsung membekuk pengerit dan petugas SPBU tersebut.

Berdasarkan keterangan dari pengerit berinisial RH (37) dirinya dan pengerit lain sepakat membayar sebesar Rp 5.500 perliter solar diatas harga resmi Rp 5.150 perliternya.

Ini dilakukan sepengetahun YS selaku penanggungjawab SPBU.

Bersama pelaku penyalahgunaan BBM subsidi ini ikut diamankan tiga drum ukuran 220 liter dengan rincian dua drum kosong dan 1 drum berisi solar bersubsidi serta 1 unit mobil pickup Isuzu Panther.

"Kegiatan pengisian BBM bersubsidi menggunakan drum termasuk dalam kegiatan penyalahgunaan BBM bersubsidi sesuai pasal 55 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang migas dengan ancaman penjara 6 tahun dan dendan Rp 60 Milyar," kata AKBP Abdul Mun'im.

Selain itu pihak kepolisian menurut AKBP Abdul Mun'im akan berkoordinasi dengan pihak PT Pertamina untuk melakukan penyegelan dan penyitaan BB berupa nozel BBM jenis solar milik SPBU Puding Besar.

Penulis: deddy_marjaya
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved