Home »

Lokal

» Bangka

Panen Padi Tahun Ini Lebih Berkualitas, Tapi Petani Tak Jual Beras

Kalau beras putih kurang bagus kualitasnya, karena kami beli bibit atau benihnya yang anakan, bukan hibrida. Tapi yang berkualitas

Panen Padi Tahun Ini Lebih Berkualitas, Tapi Petani Tak Jual Beras
Bangkapos/riyadi
Dari 60 an hektar sawah di Desa Banyuasin Kecamatan Riausilip, dalam musim panen tahun ini, hasil produksi padinya 50 persen mencapai target dan 50 persen over target. Seorang ibu rumah tangga di desa setempat, mengangkut padinya yang di panen Kamis (25/1/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKA POS.COM,BANGKA -- Petani di Desa Banyuasin Kecamatan Riausilip, awal tahun 2018 ini berhasil dalam panen padinya, minimal hasil panennya mencapai target dan lainnya bahkan ada yang over target.

Berasnya juga berkualitas, sehingga petani tidak berniat untuk menjualnya.

Petani di Desa Banyuasin Rohman mengatakan, beras dari sawah yang padinya dipanen awal tahun ini, jenis beras merah.

"Kalau beras putih kurang bagus kualitasnya, karena kami beli bibit atau benihnya yang anakan, bukan hibrida. Tapi yang berkualitas beras merah," ujar Rohman kepada bangkapos.com Kamis (25/1/2017).

Menurut Rohman, petani umumnya tidak berniat menjual beras hasil panen awal tahun ini.

Terkecuali kalau bulan tiga nanti menanam padi lagi, kalau bulan tiga tidak menanam, petani tetap menyimpan beras untuk kebutuhan sendiri di kampung, hingga tiba musim tanam berikutnya.

Menurut Rohman, hasil panen padi tahun ini, cukup lumayan, setiap satu hektar ada yang melebihi target, tapi ada juga yang mencapai target.

Petani di Desa Pangkalniur Kecamatan Riausilip Achyarani mengungkapkan, tidak menjual beras dari hasil sawahnya sendiri.

Seperti panen tahun lalu, juga tidak menjual beras keluar, terkecuali dalam setahun melakukan dua kali musim tanam.

Kalau dalam satu musim tanam tanaman padinya aman, tidak diserang hama dan hasil panennya melebihi target, cukup untuk makan setahun.

"Umumnya petani nggak jual beras kampung, terkecuali petani itu disamping menanam di sawah, juga banyak menanam di parangnya sendiri, hasil banyak, nah yang seperti ini bisa jual beras, karena hasilnya sudah berlebih," ujar Achyarani.(*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help