Warga Keluhkan Petugas Kebersihan dan Dokter Datang Siang di RSUD Depati Bahrin

Kami dari pihak RSUD Depati Bahri pertama-tama mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan yang diberikan oleh petugas kami

Warga Keluhkan Petugas Kebersihan dan Dokter Datang Siang di RSUD Depati Bahrin
Bangka Pos / Nurhayati
Bupati Bangka H Tarmizi Saat menandatangani prasasti peresmian nama RSUD Sungailiat jadi RSUD Depati Bahrin dan ruang IGD baru, Kamis (18/1/2018) di Halaman RSUD Depati Bahrin. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Keluarga Ribka Redicca Harita mengeluhkan pelayanan RSUD Sungailiat sekarang berganti nama menjadi RSUD Depati Bahrin yang dinilainya buruk.

Melalui akun facebooknya di Forum Lowongan Bangka Belitung Ribka mengungkapkan saat adiknya dirawat di RSUD Depati Bahrin dilayani oleh dokter koas yang pelayanannya sangat kurang.

"Adik saya dirawat inap, petugas kebersihannya sangat jutek. Padahal ibu saya hanya numpang lewat untuk menjaga adik saya tapi mulutnya nyir-nyir dan lebih parah lagi pas tengah malam inpus adik saya habis dan darahnya sudah naik ke selang inpus. Kami panggil perawat nggak ada, terus karena darah adik saya semakin menjadi ibu saya menggedor pintu mereka. Dan mereka marah nanya kenapa nggak manggil aja. Saya heran dipanggil nggak nyaut digedor marah-marah. Apa nunggu orang udah mati baru ditolong," keluh Ribka dalam postingan facebooknya.

Selain itu ia mengeluhkan pelayan dokter yang baru melakukan pemeriksaan adiknya jam 14.00 WIB tanpa ada penjelasan adiknya sakit apa.

"Ya ampun mau jadi apa RS kalau dokternya datang jam segitu, maka kami langsung pindah ke rumah sakit lain," ungkap Ribka.

Ia minta agar pihak RSUD Depati Bahrin untuk lebih memperhatikan pelayanan kepada para pasien agar tidak terjadi lagi pelayanan seperti itu.

Menanggapi keluhan warga tersebut Kepala Tata Usaha RSUD Depati Bahrin Sanusi menjelaskan akan menindaklanjuti laporan keluarga pasien tersebut.

"Kami dari pihak RSUD Depati Bahri pertama-tama mohon maaf atas ketidaknyamanan pelayanan yang diberikan oleh petugas kami pada saat pasien dirawat. Untuk itu manajemen RSUD Depati Bahrin sudah menelusuri terkait keluhan tersebut dan dalam waktu dekat akan mengadakan rapat internal bersama pimpinan dan petugas terkait kejadian tersebut," ungkap Sanusi.

Ia akan memanggil staf RSUD Depati Bahrin yang terkait adanya keluhan tersebut dan pihak Ribka. Dari hasil klarifikasi itu pihaknya akan segera menindaklanjuti untuk mencari solusi guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Adapun penyelesaian keluhan tersebut bisa berupa surat teguran kepada petugas terkait, bisa berupa pemindahan tugas, atau lainnya yang sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Sanusi didampingi Kasi Hukum Informasi dan Publikasi Indrawati dan Staf Humas RSUD Depati Bahrin Zulfikar kepada bangkapos.com, Jumat (26/1/2018) di Ruang Kerja Direktur RSUD Depati Bahrin.

Untuk itu pihaknya akan mengingatkan kembali para tenaga medis maupun staf RSUD Depati Bahrin agar kembali menerapkan semboyan Senyum Sapa dan Salam dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Indrawati menyaran, kepada masyarakat jika ada yang komplin terkait dengan pelayanan RSUD Depati Bahrin bisa menghubungi bagian pengaduan dan informasi RSUD Depati Bahrin di bagian lobby.

"Kami dengan senang hati akan menerima segala keluhan, masukan, serta saran agar kedepannya kami bisa semakin baik dalam melayani seluruh masyarakat. Kesembuhan dan kepuasan anda menjadi kebahagiaan kami," ungkap Indrawati.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help