Demi Grade Madu Super Hutan di Bernai, Tidak Boleh Ambil Junjung di Hutan Pelawan

Disekitar hutan Taman Nasional terdapat kawasan hutan produksi, yang masih sarat dengan tegakan hutan

Demi Grade  Madu Super Hutan di Bernai, Tidak Boleh Ambil Junjung di Hutan Pelawan
Bangkapos/riyadi
Madu asli yang dikemas oleh BUMDes Pangkal Niur. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi


BANGKAPOS.COM, BANGKA --
Madu yang di panen dari kawasan hutan Taman Nasional Bukit Maras dan sekitarnya di Dusun Bernai Desa Berbura Kecamatan Riausilip, memiliki grade.

Madu grade A yakni madu pelawan, grade B madu pules dan grade C madu gelam.

"Tiga grade madu ini harganya tetap berbeda. Ketika madunya grade C saja misal harga per botolnya Rp 100 ribu, maka kalau hasil panennya dalam satu musim bunga, mencapai satu ton, maka hasil dari madu bisa mencapai Rp 100 juta, ini potensi luar biasa untuk pemberdayaan ekonomi warga kecil, tapi ini selalu terjadi karena hutan masih utuh," jelas Sunaryo kepada bangkapos.com Selasa (30/1/2018).

Sedangkan madu pelawan merupakan madu super masuk grade A harganya lebih mahal.

Disekitar hutan Taman Nasional terdapat kawasan hutan produksi, yang masih sarat dengan tegakan hutan.

Di dalamnya terdapat sekitar sepuluh hektar, hamparan hutan pelawan.

Untuk kawasan hutan pelawan, direncanakan akan dirintis, untuk dilindungi secara adat.

"Warga sudah sepakat untuk perlindungan secara adat tadi," kata Sunaryo.

Warga setempat Amirudin mengatakan, rencananya nanti khusus yang hutan pelawan itu, juga tidak boleh diambil kayunya untuk junjung.

"Orang tidak boleh ngambil junjung dari situ, karena kalau musim bunga pelawan, dusun ini panen madu pelawan," kata Amirudin.(*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help