Advertorial

Sumbangan Acara Pelepasan Edison Inisiatif Para Guru,

Perpisahan Kepala Dinas Pendidikan, Drs Edison Taher merupakan bentuk penghargaan.Tidak ada Pungli, uang itu murni kerelaan pribadi guru

Sumbangan Acara Pelepasan Edison Inisiatif Para Guru,
Perwakilan Guru ketika menyerahkan lukisan karikatur kepada kepala Dinas Pendidikan, Drs Edison Taher yang akan pensiun 1 Februari 2018 

BANGKAPOS.COM, PANGKALPINANG--Kabar yang menyebutkan kegiatan perpisahan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pangkalpinang, Drs. Edison Taher pada Sabtu (27/1/2018) lalu bertempat di ruang pertemuan SMP Santo Yoseph memaksakan adanya Pungutan Liar (Pungli) dibantah oleh beberapa guru yang terlibat di dalam kegiatan tersebut.

Diungkapkan Kepala SDN 57 Pangkalpinang, Rasimah mengakui  adanya uang yang dikeluarkan guru untuk acara tersebut.

Namun, uang yang dikeluarkan bukan untuk Edison Taher melainkan digunakan sendiri untuk keperluan para guru selama kegiatan perpisahan.

Sehingga ia menampik adanya kabar yang menyebutkan para guru ditagih untuk menyerahkan uang dengan nominal tertentu semata untuk Edison.

"Uang yang dikeluarkan itu murni kerelaan pribadi guru. Tidak ada sangkut paut dengan Dinas Pendidikan. Juga tidak ada imbauan untuk menyumbang untuk pak Edison, bahkan pak Edison sendiri tidak tahu. ," ujar Rasimah saat dihubungi via telepon seluler, Rabu (31/1/2018).

Terkait nominal Rp 25 ribu yang disumbangkan di acara tersebut, tegas Rasimah juga untuk keperluan mereka sendiri.

"Jadi 25 ribu Rupiah itu dari kami untuk kami juga. Pembagiannya karena uang makan 15 ribu dan 10 ribu untuk snack, untuk konsumsi kami juga. Bahkan juga ada yang dari kerelaan sebagian guru menyumbang lebih," sebutnya.

Ia juga menilai acara perpisahan Edison sebagai Kepala Dinas yang sudah pensiun tertanggal 1 Februari ditegaskan Rasimah hal yang lumrah, dalam adat ketimuran. Pelepasan guru kami lakukan seperti itu. Ini apalagi kepala dinas yang sudah mengabdi selama 14 tahun. 

"Saya rasa wajar guru menggelar kegiatan perpisahan karena beliau (Edison,red) sudah14 tahun mengabdi dengan keberhasilan yang sudah dilakukannya, jadi kita terpanggil untuk memberikan kenang-kenangan," katanya.

"Ini (Acara perpisahan,red) juga bukan imbauan dari Dinas Pendidikan, tetapi dari gugus-gugus sekolah masing-masing. Saya rasa wajar kalau kami menggelar perpisahan untuk beliau. Sedangkan Kepala Sekolah saja yang mau pindah atau pensiun ada perpisahan Kepala Sekolah, masak untuk Kepala Dinas tidak ada. Apalagi beliau sudah lama disini. Saya rasa kalau beliau tahu beliau juga tidak mau," tutupnya.(*)

Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved