Ini Pesan KONI Babel Soal Mosi Tak Percaya Pengcab Terhadap KONI Babar

Ketua Umum Koni Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta agar masalah mosi tidak percaya terhadap KONI Babar diselesaikan Secara Musyawarah

Ini Pesan KONI Babel Soal Mosi Tak Percaya Pengcab Terhadap KONI Babar
Bangkapos/Zulkodri
Pimpinan sidang Musorprov, Syahrudin ketika menyerahkan palu persidangan kepada Ketua Umum KONI Babel terpilih, Elfandi MA 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ketua Umum KONI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Elfandi, memberikan saran terkait terjadinya mosi tidak percaya, yang dilakukan terhadap Kepengurusan KONI Kabupaten Bangka Barat.

Menurutnya soal itu agar dilakukan mediasi terlebih dahulu , agar masalah yang terjadi bisa selesai atas dasar musyawarah.

"Bupati bisa mempertemukan dan memfasilitasi kedua belah pihak, agar masalahnya bisa clear, melaui mediasi itu apa yang di kehendaki pengcab nanti bisa dipenuhi atau tidak," ujar Elfandi kepada bangkapos.com Kamis (1/2/2018).

Dirinya juga sudah mengatakan,  kepada Ketua KONI Bangka Barat, agar mengundang seluruh pengcab. Tujuannya agar KONI memberikan klarifikasi, penuhi (apa yang dikehendaki Pengcab).

Sebelumnya, Kabid Humas dan Informatika KONI Bangka Barat Rudi Fitrianto mengatakan, pernyataan mosi tidak percaya dari beberapa Pengcab (anggota KONI Bangka Barat) berdampak mengganggu program-program KONI dan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti dengan Kemenpora, KONI pusat dan Sekolah Atlet di Ragunan Jakarta Selatan.

"Kerjasama ini telah di rintis dengan susah payah, tapi dengan mosi tidak percaya itu program kerjasama menjadi Terganggu," ungkap Rudi kepada bangkapos.com Rabu (31/1/2018).

Di dalam UU RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang sistem Keolahragaan Nasional Bab II Pasal 4 yang berbunyi 

“ Keolahragaan nasional bertujuan memelihara dan meningkatkan kesejahteraan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportifitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa, memperkukuh ketahanan nasional, serta mengangkat harkat, martabat dan kehormatan bangsa”.
Anggaran Dasar KONI Bagian Kelima; Tujuan, Tugas dan Fungsi Pasal 5 poin 1 Tujuan, juga harus dipahami oleh setiap pengcab.

"Seharusnya Pengcab-pengcab yang menandatangani mosi tidak percaya tersebut, harus paham dulu tentang AD/ART KONI, mereka para pengcab tersebut harus membaca Bab III bagian kedua tentang Hak dan Kewajiban Anggota Pasal 10 poin 1," jelas Rudi.

Rudi mengemukakan, Ketua KONI Kabupaten Bangka Barat Andri, saat pemilihan, merupakan calon tunggal, kemudian di lantik oleh KONI Provinsi September 2017.

Ketua juga banyak belajar dan mempelajari data-data KONI Bangka Barat, enam tahun kebelakang.
Rudi kembali menandaskan, bahkan tak lama setelah pelantikan pengurus KONI Bangka Barat, KONI beserta jajaran pengurus mengundang pengcab dan cabor guna rapat bersama untuk membahas berbagai program dan agenda-agenda penting di tahun 2018.(*)

Penulis: riyadi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved