Kini Dengan Cicilan 800 Ribu/bulan Sudah Bisa Punya Rumah

Menurutnya pembangunan rumah saat ini tidak sesulit dulu, pelbagai kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan menjadi daya tarik

Kini Dengan Cicilan 800 Ribu/bulan Sudah Bisa Punya Rumah
Ist
Sekretaris Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, Dymas Dwi Setia (paling kanan) 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sekretaris Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia Perwakilan Bangka Belitung, Dymas Dwi Setia menilai fenomena rumah subsidi sangat menarik.

Menurutnya pembangunan rumah saat ini tidak sesulit dulu, pelbagai kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan menjadi daya tarik. Terutama di kalangan generasi milenial berusia 20 – 30 tahun.

Baginya, adanya rumah subsidi membantu masyarakat yang tidak mempunyai rumah menjadi punya.

Jika dulu memiliki rumah harus memikirkan aspek tanah, bangunan, waktu, dan permasalah teknis lainnya.

Kini, cukup membayar uang muka sebesar 5% dengan cicilan Rp 800.000- Rp 900.000 perbulan dan tunggu konfirmasi sudah bisa mempunyai rumah.

“Saat ini masyarakat dimudahkan memiliki rumah, terutama bagi milenial yang sudah berpenghasilan tetap baiknya memanfaatkan moment ini buat mempunyai rumah. Selain itu, masyarakat berusia produktif 20-30 tahun memilih rumah subsidi dibandingkan mengontrak atau kos. Jika ada yang belum tergantung kemampuan masing-masing, mungkin masih ada cicilan atau tanggungan lainnya, ” kata Dymas.

Ia menilai siapapun tidak akan menolak tawaran rumah subsidi terutama segi fasilitas yang diberikan. Seperti model bangunan rumah cendrung komersil, ada tipe single, fasilitas lengkap, air PDAM, dan lokasi terjangkau dari kota.

Wilayah pembangunanya mayoritas di Kampak karena ruas tanah masih banyak dan harganya cocok, tetapi ada pula rumah subsidi di daerah lain.

“Setelah Kampak kemungkinan Tua Tunu akan dikembangkan untuk pembangunan rumah subsidi,” ujar Dymas.

Menurutnya sejauh ini sasaran konsumen rumah subsidi buat masyarakat berpenghasilan maksimal 4 juta perbulan. Jika, mereka telah memenuhi syarat bisa dikatakan tepat sasaran dan.

Seperti, belum pernah mendapatkan fasilitas KPR rumah, berpenghasilan tetap dan lain sebagainya.

Ia menyampaikan berdasarkan data di REI terhitung sebanyak 2.512 unit terbangun pada tahun 2017 di Babel.

Ia melihat geliat pengembang rumah subsidi semakin maju dari pertumbuhan jumlah devaloper di Real Estat Indonesia (REI) terhitung pada 2017 ada 96 anggota meningkat 102 di 2018. Selain itu, ia menyampaikan hampir 90% pengembang bekerjasama dengan perbankan BTN.(*)



Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved