Lika-liku Asmara Perempuan Lesbian Hingga Nekat Cabuli Bocah Perempuan 11 Tahun

Pelaku SA alias DA (21), sebagai tersangka kasus penyimpangan seksual atau Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender (LGBT) terhadap bocah perempuan

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Pelaku SA alias DA (21), sebagai tersangka kasus penyimpangan seksual atau Lesbian-Gay-Biseksual-Transgender (LGBT) terhadap bocah perempuan berusia 11 tahun, di Tanjungpandan, Belitung sempat menjadi korban pada kasus berbeda.

Remaja perempuan itu, menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pemuda, Sabtu (25/12/2017) sekitar pukul 02.00 WIB.

//

Baca: Adik Ahok Mengaku Pernah Memergoki Veronica Lagi Begini Bareng JT di Singapura

DA dikeroyok oleh lima orang remaja, YN (18), AM (21) dan tiga orang bocah berinisial SA (17), AN (17) dan AI (17). Peristiwa yang terjadi di kontrakan DA, Jalan Padat Karya, Desa Air Merbau, Tanjungpandan, Belitung alias tempat kontrakan DA.

Baca: Muncul 100 Tahun Sekali, Kota Misterius Ini Hanya Terlihat Selama Satu Hari

Baca: Seram, Ikan Hiu Hantu Muncul Setelah Jutaan Tahun Tidak Tahu Keberadaanya

Pengeroyokan itu dilatar belakangi lantaran YN cemburu kepada DA, akibat istri sirih DA telah dirayu oleh DA.

"Iya dia (SA alias DA) korban kasus pengeyokan di kami (Polsek Tanjungpandan). Sekarang masih berjalan proses hukum nya untuk yang pelaku dewasa, tinggal menunggu P21. Tapi kalau pelaku anak-anaknya masih menunggu vonis saja," kata Kapolsek Tanjungpandan AKP Gineung Pratidina didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Hendri Ginting kepada posbelitung.com, Kamis (1/2/2018).

Baca: Kisah Anak Ajaib yang Disia-siakan di Indonesia, Lulus Universitas Usia 16 tahun

Proses perkara hukum tersebut tetap berlanjut, mesti DA sebagai korban pada kasus pengeroyokan. Sedangkan dikasus penyimpangan seksual, DA sebagai tersangka. Proses hukum terhadap dua perkara ini tidak menjadikan kendala dalam penyidikan.

"Tetaplah berjalan seperti biasa, paling nanti kalau di pengadilan kan korban diminta keluar dari sementara, dengan pengawalan. Tidak menghambat penyidikan, semua nya tetap berjalan lah proses hukumnya, karena juga tidak ada kaitan perkara pengeroyokan dan dugaan pelecehan seksual itu," ucapnya. 

Karena Perhatian 

Terduga pelaku penyimpangan seksual terhadap bocah perempuan berusia 11 tahun, Sa (21) mengaku sudah menjalin hubungan khusus sesama jenis sejak Oktober 2017.

Ia mengaku seperti pacaran antara perempuan dan laki-laki. Apalagi, mereka tinggal bertetangga.

"Awalnya kami sebelahan tinggalnya (di kontrakan), tapi sekarang saya sudah pindah di Air Raya. Memang pacaran kami awalnya dari telepon-teleponan gitulah," kata Sa kepada posbelitung.com, Selasa (30/1/2018).

Pelaku Penyimpangan Seksual  saat diambil keterangan dan diamankan di Polres Belitung
Pelaku Penyimpangan Seksual saat diambil keterangan dan diamankan di Polres Belitung ()

Sa menceritakan alasan dirinya tertarik pada korban.

Ia merasa bahwa korban memberikan perhatian kepadanya.

Hal ini kemudian mendorong Sa untuk memiliki dan berstatus sebagai kekasih.

"Karena dia perhatian dengan aku itu saja sih sebetulnya, makanya timbul rasa itu (rasa cinta), dan aku sekarang tinggal sendiri dikontrakan," ucap wanita yang hanya menempuh pendidikan hingga SMP tersebut. 

Baca: Adik Ahok Mengaku Pernah Memergoki Veronica Lagi Begini Bareng JT di Singapura

Pacaran Sama Siswi SMA 

Pengakuan mengejutkan muncul dari bibir terduga pelaku asusila terhadap bocah berusia 11 tahun, Sa alias Da (21).

Sa mengaku pernah melakukan hubungan tak pantas sesama jenis dengan seorang wanita yang masih duduk di bangku SMA. 

"Sama lah pak, hubungannya begitu juga tapi tidak lama kami pacaran hanya enam bulan. Dia (perempuan SLTA) tau memang aku wanita," kata Sa kepada posbelitung.com, Selasa (30/1/2018).

Pelaku Sa merupakan warga Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Keseharian pelaku kini tidak bekerja, dan pernah berkerja di satu gudang walet.

Kini perempuan tersebut  tinggal di salah kontrakan di Desa Air Raya, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

"Sekarang tinggal sendirilah dikontrakan, yang bayar kontrakan orang tua, orang tua aku tinggal di Sijuk lah," pungkasnya.(*)

(Posbelitung.com, Disa Aryandi/ Edy Yusmanto)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved