Program Resi Gudang Belum Terlihat Manfaatnya, Sosialisasi Masih Kurang

Imran petani lada asal Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan mengatakan harga lada saat ini semakin merosot

Program Resi Gudang Belum Terlihat Manfaatnya, Sosialisasi Masih Kurang
Bangkapos/agus nuryadhyn
Petani lada Desa Puput Lilik melihatkan daun lada yang sudah mulai berubah hijau setelah melakukan uji coba menggunakan pupuk organik 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Imran petani lada asal Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan mengatakan harga lada saat ini semakin merosot, menurutnya pada minggu lalu harga lada mencapai Rp 55 ribu perkilogramnya.

Sehingga menurutnya dari kondisi itu, para petani saat ini banyak bingung serta mengeluhkan harga lada yang tak kunjung meningkat, walaupun adanya program resi gudang yang sedang dijalankan oleh pemerintah Provinsi Babel.

"Harga minggu kemarin sampai Rp 55 ribu, seharusnya kondisi ini harus bisa diatasi oleh pemerintah daerah melalui aturannya untuk menaikkan harga lada pada saat ini,"ujar Imran kepada wartawan, Kamis (1/2/2018)

Imran menambahkan bahwa, untuk harga pada hari ini kembali naik menjadi Rp 61 ribu perkilogramnya, namun tidak menutup kemungkinan harga itu akan kembali merosot seperti hari hari sebelumnya, sehingga menurutnya petani saat ini hanya bisa pasrah dan menunggu harga lada kapan kembali normal.

Menurutnya, harga lada saat ini tidak sebanding dengan harga pupuk dan kayu junjung yang telah dikeluarkan oleh petani untuk menanam lada di kebun mereka.

"Untuk program resi gudang itu belum semua petani tahu, bagusnya disosialisasikanlah yang gencar datang ke setiap desanya untuk diketahui petani, juga perlu di sosialisasikan lewat media agar kita tahu juga, karena saat ini banyak petani belum tahu mengenai program itu,"ujarnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help