Ahok : Warga Keluhkan Pemasangan PDAM di Pangkalpinang Mahal

Program pemerintah membebaskan biaya pemasangan baru bagi konsumen perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pangkalpinang

Ahok : Warga Keluhkan Pemasangan PDAM di Pangkalpinang Mahal
Meteran air PDAM di rumah warga . 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Hendra

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Program pemerintah membebaskan biaya pemasangan baru bagi konsumen perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Pangkalpinang perlu diteruskan.

Masih ditemukan sejumlah warga mengeluh dipungut biaya sambungan baru Rp1 juta rupiah dengan alasan pengadaan pipa dan meteran air.

Keluhan calon pelanggan PDAM terutama dari warga berpenghasilan rendah.

"PDAM bisa menggratiskan pemasangan sambungan baru, di beberapa kabupaten di Babel, biaya sambungan baru sudah gratis, tapi di Pangkalpinang kita menemukan keluhan warga calon pelanggan PDAM masih dipungut biaya. Keluhan ini ketika kami menggelar reses tempo hari," kata Hendriyansen anggota DPRD Babel Fraksi PDIP daerah pemilihan Pangkalpinang, Kamis (1/2/2018) dalam siaran persnya.

Dari laporan warga saat reses, kata Hendriyansen alias Ahok untuk sambungan baru berupa pipa slow meteran air antara Rp1 juta hingga Rp1,6 juta.

" Bagi warga berpenghasilan pas pasan cukup berat, mereka minta digeratiskan. Kecuali biaya bulanan sesuai dengan pemakaian air tetap diberlakukan," ujar Ahok.

Menurut Ahok, PDAM Pangkalpinang bisa saja menggratiskan sambungan baru dengan cara biaya sambungan melalui dana alokasi khusus (DAK) yang dikucurkan pemerintah pusat atau dari dana bantuan pemerintah provinsi di APBD Kota Pangkalpinang.

"Kalian di kabupaten yang ada di Babel ini sudah membebaskan biaya sambungan baru, nah PDAM Pangkalpinang masih ada keluhan warga dibebankan biaya," tukas Ahok.

Tentang biaya sambungan baru PDAM Pangkalpinang dibenarkan oleh Dewan Pengawas PDAM, Fahrizan.
"Memang masih ada biaya Rp1 juta, kalau digratiskan dengan biaya dari pusat itu akan lebih baik. Sejak 2016 sudah ada program menggratiskan sambungan baru," kata Fahrizan yang dihubungi terpisah.

Semasa Dirut PDAM Pangkalpinang dijabat Adi Setiawan sudah dilakukan program menggratiskan pemasangan instalasi air ke rumah-rumah keluarga berpenghasilan rendah

PDAM hanya mengutip Rp300 ribu saja sebagai biaya administrasi.

Kebijakan tersebut sesuai dengan program Pemerintah Kota Pangkalpinang yang mendapatkan hibah dari pemerintah pusat sebesar Rp5 miliar melalui dana alokasi khusus (DAK) untuk memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan akan air bersih. (*)

Penulis: Hendra
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved