Tak Ada Ampun di Jaman Petrus, Para Bandit Bertumbangan di Jalanan

Para preman diburu oleh tim Operasi Pemberantasan Kejahatan (OPK) yang kemudian dikenal sebagai penembak misterius (Petrus).

Tak Ada Ampun di Jaman Petrus, Para Bandit Bertumbangan di Jalanan
Shutterstock
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Pada tahun 1980-an suasana kota Yogyakarta tiba-tiba berubah menjadi mencekam. 

Para preman yang saat itu  dikenal sebagai gabungan anak liar (gali) dan menguasai berbagai wilayah operasi tiba-tiba diburu seperti hewan.

Baca: Ternyata Bukan Hanya Pelaku, Korban Pemerkosaan Juga Dapat Masuk Bui

Mereka diburu oleh tim Operasi Pemberantasan Kejahatan (OPK) yang kemudian dikenal sebagai penembak misterius (Petrus). 

Ketika melakukan aksinya, tak jarang suara letusan senjata api para penembak misterius terdengar oleh masyarakat sehingga suasana tambah mencekam. 

Baca: Makam Keturunan Raja di Kaki Gunung Kawi Terkenal Hingga Timur Tengah, Tempat Orang Berharap Berkah

Mayat para korban penembakan atau pembunuhan misterius itu umumnya mengalami luka di kepala serta leher dan dibuang di lokasi yang mudah ditemukan penduduk.

Ketika ditemukan, mayat biasanya langsung dikerumuni penduduk dan menjadi headline media massa yang terbit di Yogyakarta.

Berita tentang terbunuhnya para tokoh gali itu sontak menjadi heboh dan menjadi bahan pembicaraan di semua wilayah DIY hingga ke pelosok-pelosok kampung. 

Meskipun merupakan pembunuhan misterius, hampir semua penduduk Yogyakarta saat itu paham bahwa pelaku atau eksekutornya adalah para aparat militer dan sasarannya adalah para gali terkenal. 

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved