Tak Ada Ampun di Jaman Petrus, Para Bandit Bertumbangan di Jalanan

Para preman diburu oleh tim Operasi Pemberantasan Kejahatan (OPK) yang kemudian dikenal sebagai penembak misterius (Petrus).

Tak Ada Ampun di Jaman Petrus, Para Bandit Bertumbangan di Jalanan
Shutterstock
Ilustrasi 

Disebut sebagai gali terkenal karena tokoh di dunia kejahatan itu secara terang-terangan menguasai satu lokasi.

Baca: Tiba-tiba Siswa yang Hajar Gurunya Hingga Tewas Muncul di Kantor Polisi Tengah Malam

Mereka  memungut uang dari lokasi yang menjadi kekuasaannya, bisa seenak hati menganiaya orang yang dianggap melawan, merampok atau melakukan kejahatan lainnya secara terang-terangan.

Kadang-kadang aparat polisi setempat malah  tidak berani bertindak karena pengaruh si tokoh gali demikian besar. Terbunuhnya para tokoh gali secara misterius sebenarnya membuat warga senang. Tapi para gali yang hanya memakai status itu sebagai ajang gagah-gagahan menjadi sangat ketakutan.

Aparat keamanan di Yogyakarta memang mengakui bahwa pihaknya sedang melakukan OPK (Operasi Penumpasan Kejahatan) terhadap para gali. Tapi siapa tim OPK yang menjalankan tugas tidak pernah diberi tahu dan hingga kini masih tetap misterius

Baca: Istri Zumi Zola Sebut Keluarganya Sudah Kaya Sejak Lama

Aparat militer di Yogyakarta saat itu terpaksa turun tangan untuk melakukan pembersihan mengingat tindak kejahatan para gali sudah keterlaluan. Bahkan masyarakat cenderung lebih takut terhadap para gali dibandingkan aparat kepolisian. 

Turunnya aparat militer dalam operasi OPK itu diakui sendiri oleh Letkol M.Hasbi yang saat itu menjabat sebagai komandan Kodim 0734 yang juga merangkap Kepala Staf Garnisun Yogyakarta.  Meskipun cara kerja tim OPK itu tidak pernah diumumkan, modus operandinya mudah ditebak. 

Tim OPK melakukan briefing terlebih dahulu, menentukan sasaran yang akan disikat, melaksanakan penyergapan pada saat yang paling tepat, saat korban berhasil ditemukan langsung ditembak mati atau dibawa ke suatu tempat dan dieksekusi. 

Baca: Pelukis Jalanan Tewas Dililit Piton Kesayangannya, Awalnya Iseng Lilitkan Ular di Lehernya

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved