Dihantam Gelombang, Herman dan ABK Terjun ke Laut

Sebuah kapal motor (KM) nelayan Sungailiat hilang kendali dihantam gelombang. Kapal oleng lalu menabrak kayu bagan di tengah laut, dan pecah.

Dihantam Gelombang, Herman dan ABK Terjun ke Laut
ist
Kondisi Kapal Herman saat dievakuasi ke Muara Airkantung Sungailiat Bangka, Senin (5/2/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Sebuah kapal motor (KM) nelayan Sungailiat hilang kendali dihantam gelombang. Kapal oleng lalu menabrak kayu bagan di tengah laut, dan pecah. Perlahan-lahan kapal tenggelam, sementara nahkoda dan anak buah kapal (ABK), terjun ke laut, Senin Subuh (5/2).

Herman, Nahkoda Kapal Pecah.
Herman, Nahkoda Kapal Pecah. (ist)


"Perahu Nelayan, Emman (Herman) tenggelam enam mill di luar Perairan Parai (Sungailiat Bangka) saat akan pulang dari laut. Perahu itu hantam kayu bagan," kata Ridwan, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka memberi informasi awal kepada bangkapos.com, Senin (5/2).

Insiden ini terdengar oleh rekan-rekan nelayan di daratan di Sungailiat. Mereka langsung mengerahkan sepuluh kapal menuju lokasi kejadian. Beruntung, korban ditemukan dalam kondisi selamat.

"Sudah dilakukan evakuasi terhadap Saudara Herman (nahkoda) bersama dengan ABK nya. Ada sepuluh kapal nelayan dari pukul enam pagi tadi (kemarin) bergerak melakukan pencarian ke wilayah enam mill, sebelah utara dari Parai Pesona Beach (Pantai Parai-Pesona Sungailiat)," katanya.

Sementara itu sejak pagi hingga siang hari proses evakuasi membuahkan hasil. Walau lambat, namun puing kapal yang rusak berhasil ditarik ke Muara Airkantung Sungailiat.

Herman dan ABK-nya naik ke darat, dalam kondisi masih trauma. "Sekarang (kemarin) kapal yang dinahkodai oleh Herman sudah sampai di Muara Airkantung Sungailiat," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ridwan mengimbau agar nelayan Sungailiat, dan nelayan Bangka pada umumnya menahan diri. Nelayan jangan gegabah saat melaut karena kondisi cuaca sedang ekstrim. Bahkan jika perlu, sebaiknya nelayan tidak melaut dulu agar terhindar bahaya.

"Khususnya bagi armada (kapal) yang kecil lebih baik dtunda dulu melautnya," imbaunya.

Imbauan Ridwan cukup beralasan mengingat adanya peringatan dini dari Pihak BMKG tentang cuaca wilayah Babel, Tanggal 5 Februari 2018. Kondisi cuaca di Babel masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang.

Kondisi ini terjadi di Kecamatan Merawang, Pangkalanbaru, Pangkalpinang, Sungaiselan, Namang, Koba, Payung, Airgegas, Toboali, Tukak Sadai, Lepar Pongok, dan dapat meluas ke wilayah Belinyu, Mendobarat, Puding Besar, Sungailiat, Simpang Katis, Lubuk, Pulau Besar, Sp Rimba dan sekitarnya.

"Ini berdasarkan prakiraan cuaca dari Pihak BMKG Bangka Belitung" kata Ridwan. (fly)

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved