Mengungkap Geliat 'Ayam Kampus' Tentang Pesona dan Pelayanannya

‎Pengguna jasa 'ayam kampus' berasal dari berbagai kelas dan golongan, mulai aparatur sipil negara (ASN), profesional, dan pekerja swasta

Mengungkap Geliat 'Ayam Kampus' Tentang Pesona dan Pelayanannya
net
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, SEMARANG - ‎Pengguna jasa 'ayam kampus' berasal dari berbagai kelas dan golongan, mulai aparatur sipil negara (ASN), profesional, dan pekerja swasta.

Seorang karyawan swasta di Semarang, sebut saja Arman, mengaku pernah beberapa kali mengguna‎kan layanan kencan kilat mahasiswi plus-plus.

Menurut dia, pelayanan ayam kampus lebih profesional, ramah, dan berkelas.

//

"Intinya, lebih berkelas, memuaskan," katanya, kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.

Dia menuturkan, penilaiannya terhadap layanan ayam kampus bukan melulu soal bersetubuh. Melainkan, juga soal attitude, dan variabel lain.

"Yang saya rasakan lebih sopan, kalau diajak ngobrol juga enak, nyambung gitu," ujarnya.

Baca: Terungkap Pernah Satu Sekolah, Gigi Bingung Apa Cita-Cita Raffi Ahmad?

Arman mengakui, harus merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan kesempatan kencan dengan ayam kampus, dibandingkan dengan wanita pangggilan (wp) atau biasa disebut angel lain.

Namun, bagi dia hal itu tak terlalu menjadi persoalan, lantaran hal yang diutamakan adalah kepuasan dalam mendapat layanan.

"Pernah sama wp biasa, attitudenya kurang bagus, pengennya langsung, to the point, grusa-grusu, jadi kurang nyaman aja. Ya mungkin pas kebetulan lagi sial kali ya," ucapnya, sembari terkekeh.

Senada diungkapkan seorang pengguna jasa layanan teman kencan singkat lain, sebut saja Kardun.

Bahkan, menurut dia, hubungannya dengan mahasiswi plus-plus yang menjad‎i langganannya sudah seperti sahabat.

Baca: Ghea Peserta Indonesian Idol Hampir Pingsan Karena Kelakuan Ari Lasso

"Ya kemudian kayak sahabatan, kalau ada apa-apa cerita. Kadang kalau saya lagi pengen ngobrol juga hubungi dia, bukan melulu soal urusan ranjang," tuturnya.

Baca: 3 Wanita Cantik ini Mengaku Kecanduan Hubungan Badan, Ada yang Sudah Tiduri Ribuan Pria

Kardun berujar, mahasiswi plus-plus pandai membawa diri. Bisa jadi, dia menambahkan, hal itu lantaran si ayam kampus juga benar-benar meng-up grade‎ pengetahuan dan wawasannya.

"Diajak ngomong apa-apa nyambung, jadinya kan enak, gak canggung," ujarnya.‎

Selain itu, menurut dia, dari segi kesehatan, penyedia layanan plus-plus dari kalangan mahasiswi dinilai lebih terjaga.

Baca: Tragis, Wanita Ini Jadi Tontonan saat Diperkosa di Pinggir Jalan, Begini Nasibnya Kini

Ilustrasi PSK jalanan.
Ilustrasi PSK jalanan. (thelocal.se)

Sebab, mayoritas mereka punya kesadaran yang cukup tinggi terkait dengan bagaimana menjaga kesehatan, dan tentu aset berharganya.

"Pasti lebih bersih lah ya. Secara, mereka juga tak tiap hari melayani tamu, dan tentu mereka juga punya kesadaran yang lebih untuk menjaga kesehatan," ucapnya.

Baca: Kalau Tim Enggak Ngebut Pakai Ojek Online, Mungkin Bupati Nyono Sudah Kabur Naik Kereta

Dari segi privasi, Kardun menyatakan, ayam kampus juga lebih menjamin. Sebab, yang bersangkutan juga tak secara terang-terangan nyambi jadi wp.

"Kita inginnya aktivitas begini ini kan gak ketahuan orang, dia juga, jadi bisa sama-samalah menjaga rahasia," tandasnya.

Pengguna ayam kampus lain, Lingga berujar, semula sempat bimbang memesan jasa pekerja seks komersial (PSK) mahasiswi melalui media sosial.

"Takutnya kena tipu aja sih," ujarnya.

Meski demikian, warga Banyumanik, Kota Semarang itu menyatakan, rasa penasarannya semakin menjadi, terlebih saat melihat profil foto sang mahasiswi yang menarik.

Baca: Para Pengemis di Bali Sanggup Setor Rp 1,5 Juta Per Bulan Agar Tak Diciduk

Dia memperlihatkan foto yang dimaksud dalam media Twitter. Tampak gambar perempuan berswafoto mengenakan baju kuning.

Pose fotonya tampak menggoda. Bagian mata perempuan itu disensor.

"Doi (perempuan itu) buka Rp 800 ribu, exclude (belum termasuk) tarif hotel sih. Katakanlah sejuta lebih dikit lah," ungkapnya.

Baca: 5 Makhluk Paling Berbahaya di Bumi, Gak Nyangka No 1 Paling Sering Kita Jumpai

Tanpa pikir panjang, pegawai swasta itupun menggunakan jasa ayam kampus itu. Lingga pun mengaku senang PSK mahasiswi itu sesuai dengan ekspektasinya.

Perempuan yang datang sesuai dengan foto yang dipajang dalam Twitter. Ada tatto di bagian dada atas.

"Doi mahasiswi. Tapi gak tahu mahasiswi mana. Ceritanya setelah gituan," kata dia.

Menurut dia, memesan wanita panggilan melalui media sosial lebih mudah dan sederhana. Metode pembayaran melalui rekenening dan tunai.

"Harus ada tanda jadi dulu. Waktu itu dia minta Rp 300 ribu untuk uang muka secara transfer. Sisanya setelah selesai," imbuhnya.(*)

(TribunJateng, (tim))

Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help