Resi Gudang Belum Dimanfaatkan Secara Maksimal oleh Petani

Resi Gudang dalam meningkatkan harga lada belum dimanfaatkan petani secara maksimal

Resi Gudang Belum Dimanfaatkan Secara Maksimal oleh Petani
Bangkapos/idandimeikajovanka
Bayodandari 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Resi Gudang sebagai program unggulan Pemerintah Provinsi Bangka Belitung dalam meningkatkan harga lada belum dimanfaatkan petani secara maksimal.

Ketua DRI Bangka Belitung, sekaligus ketua tim percepatan pelaksanaan resi gudang Babel, Bayodandari mengungkapkan masih sedikit kesadaran masyarakat terhadap manfaat resi gudang.

Lebih lanjut ia menjelaskan upaya meningkatkan fungsional resi gudang pada tahun 2018 akan diresmikan 2 gudang, yakni di Bangka Tengah dan Bangka Selatan.

Ia menyebutkan masih tahap administrasi. Selain itu, Gudang di BLKI Sungai Selan beberapa bulan mendatang dapat dioperasionalkan, lalu khusus Belitung sedang didiskusikan dan diharapkan ada satu cabang berserta laboratorium.

“Data terakhir pada 22 November 2017 lalu, stok lada di resi gudang bekisar 4-5 ton,” kata Bayo.

Bayo berpendapat Pemprov Babel berupaya memberikan pelayanan terbaik guna memaksimalkan pemanfaatan resi gudang kepada petani lada.

Ia mengimbau petani harus paham terhadap resi gudang. Sehingga, dilakukan sejumlah sosialisasi secara terus menerus dan diharapkan masyarakat sadar pentingnya menitipkan lada di resi gudang.

Ia menilai karakter masyarakat yang gemar menunggu kesuksesan orang terlebih dahulu terhadap sebuah inovasi, menjadi kendala tersendiri mewujudkan target resi gudang. Meski begitu, pihaknya tetap berupaya target resi gudang tercapai. Sehingga, membutuhkan proses dan dukungan seluruh steak holder.

"Apalagi pepatah orang bangka yang dak kawa nyusah (tidak mau susah) cukup pulen, sehingga perlu diberikan pemahaman yang lebih," kata Bayo.

Sejauh ini terus dilakukan sosialisasi secara berkelanjutan guna memantik kesadaran petani menitipkan lada sehingga tujuan pengendalian harga lada tercapai.

Bayo memaparkan target setiap butir lada di Babel dikeluarkan resi gudang sehingga harga mampu dikendalikan. Ia menilai frekuensi sosialisasi semakin giat dari berbagai lini, seperti rapat umum dan terbuka.

Dikatakannya, sosialisasi tidak sekedar mengajak petani menitipkan lada tetapi pula budidaya lada. Guna meningkatkan kuantitas dan kualitas lada yang dihasilkan. Supaya lebih maksimal, saat ini perbatang pohon lada tidak mampu menghasilkan 1 kilogram berdasarkan survei pada petani.

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved