Tahu Nggak? 85 Persen Kasus Kanker Dipicu Gaya Hidup dan Pilihan

Prof Aru berkata bahwa 15 persen dari kasus kanker disebabkan oleh faktor keturunan, sementara 85 persen adalah gaya hidup dan pilihan.

Tahu Nggak? 85 Persen Kasus Kanker Dipicu Gaya Hidup dan Pilihan
net
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Kanker adalah masalah besar bagi kesehatan masyarakat.

Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2003, angka kematian akibat kanker lebih besar daripada angka kematian gabungan akibat malaria, HIV, dan tuberkulosis.

Pada wanita, kanker yang paling sering dialami adalah payudara, serviks, dan usus besar, sedangkan pada pria, kanker yang paling umum adalah paru-paru, usus besar, dan prostat.

Padahal, kanker adalah penyakit yang bisa dicegah, ujar Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, Sp PD-KHOM selaku Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dan Ketua Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI).

Baca: Makan Nasi Sisa Kemarin Ternyata Berbahaya bagi Kesehatan Lho!

Dijelaskan dalam acara konferensi pers Betadine Retro Run 2017, Jakarta, Rabu (23/8/2017), kanker adalah sel ganas yang tidak bisa diatur.

Ketika menemukan sel yang rusak, tubuh sebenarnya akan langsung bertindak untuk mematikan atau memperbaiki. Namun, kalau kerusakannya berulang, maka sel bisa menjadi ganas.

Prof Aru pun berkata bahwa 15 persen dari kasus kanker disebabkan oleh faktor keturunan, sementara sisanya (85 persen) adalah gaya hidup dan pilihan.

Anda memang tidak bisa mengubah jender yang membuat tubuh menjadi lebih rentan terhadap kanker payudara atau prostat, penuaan yang menurunkan kemampuan tubuh untuk menangkal dan memperbaiki kerusakan, genetik, riwayat keluarga, ras dan suku, kepadatan payudara, dan datangnya menstruasi dini sebelum usia 12 tahun.

Namun, Anda bisa mengubah faktor-faktor lain yang merupakan gaya hidup dan pilihan, seperti melahirkan di usia muda, alkohol, berat badan berlebih, kurang aktivitas fisik, pola makan yang buruk, makanan yang mengandung bahan kimia, dan rokok. Dengan menghindari faktor-faktor ini, risiko kanker pun akan menjadi semakin kecil.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved