Video: Ini Akibat TI Beroperasi di Tepi Jalan Raya Negara

Hampir setengah dari badan aspal kondisinya retak-retak dan dan aspalnya mulai menurun.

Video: Ini Akibat TI Beroperasi di Tepi Jalan Raya Negara
Bangkapos.com/Dok
Ilustrasi TI apung di Sungai Perimping, Riausilip. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riyadi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Salah satu titik ruas jalan negara yang terletak antara perkampungan penduduk Dusun Dinat Gunung Desa Riau dan jembatan Perimping di Kecamatan Riausilip, retaknya makin melebar.

Hampir setengah dari badan aspal kondisinya retak-retak dan dan aspalnya mulai menurun.

Tepi badan aspal dengan bahu jalan, kini juga sudah terlihat retak, padahal beberapa hari lalu belum terjadi.

Sementara, disebelah bahu jalan tersebut, terdapat timbunan pasir tepat di dinding bahu jalan.

Satu unit sakan tambang inkonvensional (TI) juga terpasang bersebelahan dengan dinding bahu jalan.

Peralatan TI seperti selang dan pipa tergeletak di semak-semak dinding bahu jalan tersebut.

Warga Riausilip sebut saja namanya Misut menyebutkan, sebelum ada TI beroperasi di pinggir jalan Itu, kondisi aspalnya belum retak-retak.

"Ini yang retak hampir setengah, jalan aspalnya mulai turun seperti mau ambles, miring ke arah bahu jalan. Setahuku pas TI beroperasi di situ, juga ngerajuk dinding masuk ke arah bawah bahu jalan, tapi setelah dirujuk, langsung ditimbun pakai pasir," ungkap Misut kepada bangkapos.com Senin (5/2/2018).

Pengendara kendaraan Asep mengatakan, aspal yang retak dan mulai ambles ini terjadi sekitar sebulan lalu, masih musim hujan.

"Dulu kan TI operasi di pinggir jalan ini lah. Gara-gara TI itu lah, ngerajuk bawah bahu jalan. Ini retaknya makin melebar, beberapa hari kemarin belum begini," kata Asep.

Penulis: riyadi
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved