Ini Makna Barongsai Tampil Meriahkan Setiap Perayaan Imlek

Orang Cina kuno mengadakan tarian barongsai yang sebelumnya telah diberkati di klenteng dengan maksud mengusir setan.

Ini Makna Barongsai Tampil Meriahkan Setiap Perayaan Imlek
Bangkapos.com/Dok
Sejumlah peserta kelas Long Distance saat bersiap di garis start dalam event Triathlon Sungailiat 2017 di Pantai Tanjung Pesona Sungailiat, Sabtu (22/4/2017) pagi. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Setiap perayaan Tahun Baru Cina atau Imlek, barongsai menjadi pertunjukkan yang ditunggu. Di klenteng, mal, sampai pasar malam barongsai hadir memeriahkan momen Imlek.

Boneka berbentuk singa dengan tubuh bersisik layaknya naga ini umumnya dimainkan oleh dua orang.

Dengan gerakkan yang dinamis, barongsai memang menghibur. Namun mengapa pertunjukkan barongsai selalu identik dengan Imlek?

//

"Menurut kepercayaan leluhur (Cina), setiap awal tahun baru adalah masa di mana para dewa dewi kembali ke kahyangan untuk melapor ke Kaisar Langit. Maka saat ini roh-roh jahat di dunia menjadi semakin ganas karena tidak ada yang mengendalikan mereka ketika dewa-dewi rapat di kahyangan," dikutip dari buku 5000 Tahun Ensiklopedia Tionghua 1 karya Christine dan kawan kawan, terbitan St Dominic Publishing tahun 2015.

Dari kepercayaan tersebut, maka orang Cina kuno mengadakan tarian barongsai yang sebelumnya telah diberkati di klenteng dengan maksud mengusir setan.

Atraksi barongsai saat perayaan Cap Go Meh 2568 di Kecamatan Lasem di Kelenteng Cu Ang Kiong, Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Cap Go Meh diambil dari dialek Hokkian berarti malam ke 15 alias malam bulan purnama menurut penanggalan Imlek. Cap Go Meh sendiri adalah penutup dari perayaan Tahun Baru Imlek.
Atraksi barongsai saat perayaan Cap Go Meh 2568 di Kecamatan Lasem di Kelenteng Cu Ang Kiong, Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Cap Go Meh diambil dari dialek Hokkian berarti malam ke 15 alias malam bulan purnama menurut penanggalan Imlek. Cap Go Meh sendiri adalah penutup dari perayaan Tahun Baru Imlek. (KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG)

Versi lain disebutkan jika ada legenda yang berkembang di kalangan masyarakat kuno. Mahluk jejadian bernama 'nien' (sebutannya sama dengan nien yang berarti tahun baru), suka menyerang manusia dan anak-anak.

 Konon mahluk jejadian tersebut takut akan warna merah dan bunyi yang keras sepert petasan. Maka dari itu barongsai dengan musik yang meriah menjadi alat untuk mengusir 'nien'.

Hal yang unik penyebutan barongsai sebenarnya hanya ada di Indonesia. Nama asli kesenian ini di Cina adalah 'Wu Shi'. Negara Barat menyebut barongsai sebagai 'lion dance'.

Baca: 4 Kota di Indonesia Ini Suguhkan Pesta Unik Perayaan Tahun Baru Imlek

Nama barongsai sendiri merupakan cerminan akulturasi Cina di Indonesia. 'Barong' berasal dari kesenian boneka Bali yang dimainkan oleh manusia di dalamnya. Sementara 'Sai' dalam bahasa Hokkian berarti singa. (*)

Berita ini telah tayang di Kompas.com berjudul "Kenapa Selalu Ada Barongsai Setiap Perayaan Imlek?"

//
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help