Pertamina Tertarik Bikin Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di Setiap SPBU

Infrastruktur menjadi salah satu permasalahan utama dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia

Pertamina Tertarik Bikin Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di Setiap SPBU
Pengunjung menguji Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat diluncurkan di Kantor PLN Disjaya, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (14/12/2017). PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) menargetkan 1000 SPLU (Stasiun penyedia listrik umum) untuk mempemudah kebutuhan listrik masyarakat di tempat umum.(KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG) 

BANGKAPOS.COM - Infrastruktur menjadi salah satu permasalahan utama dalam pengembangan kendaraan listrik di Indonesia.

Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, harus menyediakan tempat untuk melakukan pengisian baterai pada mobil atau sepeda motor listrik.

Salah satu yang sudah mulai, yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN), melalui PLN Disjaya (Distribusi Jakarta Raya) terdapat beberapa stasiun penyedia listrik umum ( SPLU).

Baca: Februari 2018 Telkom Kembali Pasang 7 WiFi Corner

Namun, sebenarnya itu lebih cocok untuk pedagang kaki lima, kurang tepat apabila dipakai mengisi daya baterai kendaraan listrik.

Sebagai perusahaan penyedia bahan bakar minyak di Indonesia, PT Pertamina (persero) pun mengaku sudah siap dengan teknologi kendaraan listrik.

Baca: Pernikahan Anak Pengusaha Tambang Bikin Heboh! 10 Hari Pesta Rakyat Undang Puluhan Artis

Ke depan, tidak menutup kemungkinan akan menyediakan SPLU disetiap stasiun pengisian bahan bakar umum ( SPBU).

“Seperti yang dilakukan di negara yang mulai menjual kendaraan listrik. Jadi nanti kami juga bisa saja menyediakan tempat pengisian baterai. Intinya untuk mendukung pemerintah,” kata Herutama Trikoranto, Senior Vice President Research & Technology Center PT Pertamina (Persero) di Singapura, Selasa (6/2/2018).

Baca: Tersebar Potret Masa Muda Roro Fitria 13 Tahun lalu, Ternyata Wajahnya!

Peluang itu, lanjut Herutama bisa dilakukan oleh Pertamina. Sehingga, ke depan tidak hanya menjual bahan bakar minyak (BBM), tetapi menyediakan tempat mengisi daya baterai kendaraan listrik di tempat umum.

“Adanya kendaraan listrik bukan menjadikan kami tidak mendukung, justru membuka peluang usaha baru buat kami, dan itu juga dilakukan oleh perusahaan minyak lainnya di dunia,” ucap Herutama.

Timpang Tindih dengan PLN

Menurut Herutama, apabila Pertamina melakukan hal itu dinilai tidak akan timpang tindih dengan PLN. Jenis listrik atau sumber listrik yang digunakan berbeda, tidak pakai batu bara melainkan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Mungkin saja nantinya pakai solar atau teknologi hibrida, dan lain sebagainya untuk menghasilkan listrik yang lebih ramah lingkungan,” kata dia.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help