Bibit Lada Lokal di Babel Unggul dan Berkualitas Nasional

Ada tujuh varietas lada lokal yang potensial dan berkualitas nasional.

Bibit Lada Lokal di Babel Unggul dan Berkualitas Nasional
Bangkapos.com
Wakil Gubernur Bangka Belitung Abdul Fatah mendampingi Wakil Perdana Menteri Uzbekistan Zoyir Mirzaev saat melihat kebun lada. 

Laporan wartawan Bangkapos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM,BANGKA- Kasi Kerjasama dan pelayanan Pengkajian (KSPP) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BTPT) Provinsi kepulauan Bangka Belitung, Suharyanto mengatakan ada tujuh varietas lada lokal yang potensial dan berkualitas nasional.

Namun dari ketujuh varietas tersebut, lada Petaling 1 masih paling banyak diminati dibandingkan varietas lada lainnya. Adapun Varietas lada yang sudah diakui Kementerian Pertanian yakni  Petaling 1, Petaling 2, Lampung Daun Kecil (LDK), Chunuk, Natar 1, Natar 2 dan Bengkayang.

 " Dari aspek permintaan masih Petaling 1 yang banyak diminati. Produktivitasnya cukup tinggi. Lada ini sudah unggul secara nasional." ujar Suharyanto, Kamis (8/2/2018).

Dikatakan Suharyanto Lada merupakan salah satu produk ekspor tanaman perkebunan di Indonesia yang mempunyai peran penting dalam menyumbang devisa Negara. 

Kondisi  optimal lada ini,  sampai mulai berbuah selama 18 bulan tanpa pemangkasan.

Jika melalui pemangkasan menjadi 24 bulan untuk dapat menghasilkan buah lada.

"Hasil panen untuk masa awal bervariasi, bahkan bisa mencapai 4 kg per pohon. Daerah yang sudah dibentuk untuk pengembangan lada yaitu di Kabupaten Bangka Selatan. Namun secara umum semua daerah di Babel potensial untuk penanaman lada," ungkapnya

Suharyanto juga menjelaskan, dalam pemupukan tanaman lada harus berimbang antara organik dan anorganik. Pengendalian hama penyakit didasarkan pada pengamatan. Tidak harus selalu disemprot dengan pestisida.

Selain Petaling 1, belakangan ini, tepatnya pertengahan tahun lalu, ada varietas lada lokal baru yakni lada Nyelungkup dengan produktivitas cukup tinggi  juga menjadi varietas unggul nasional setelah lulus pengujian mutu.

" Kedepan akan dijual bibitnya, sementara masih dalam lingkup Babel. Perbedaannya hanya dibedakan dari bentuk daun dan tingkat kepedasan saja, namun kalau jumlah produktivitas keduanya sama," ucap Suharyanto.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help