Kunjungi India Gubernur Babel Dekati Sejumlah Pembeli Lada

Dalam kesempatan yang sama, Erzaldi turut mempromosikan dan memasarkan Muntok White Pepper, Gubernur melakukan

Kunjungi India Gubernur Babel Dekati Sejumlah Pembeli Lada
Bangka Pos / Krisyanidayati
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman Djohan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan dalam kunjungan kerjanya ke India untuk melakukan pendekatan dengan beberapa pemebeli lada.

Hal ini dilakukan dalam Konferensi Rempah Internasional di Jaipur yang berlangsung beberapa hari lalu.

Adapun beberapa pembeli akhir pembeli akhir (end buyer) lada di antaranya, Martin Callender Director Spice Commodities, Charlie Gill Director, Commodities – Pepper, Lucas van der Walt Director, Agricultural Science dari McCormick Global Ingredients Limited.

Lobi juga dilakukan bersama dengan Martine Willems Manager, Markets Transformation The Netherlands and Belgium, Rainforest Alliance, Jan Gilhuis Senior Program Manager The Sustainable Trade Initiative.

Dalam kesempatan yang sama, Erzaldi turut mempromosikan dan memasarkan Muntok White Pepper, Gubernur melakukan pendekatan langsung dengan Anand T.S Ramakrishnan GM Operation Needspice Processing India Pvt.Ltd, Evert-Jan Verschuren Verstegen Representative Indonesia/Asia (CRO), Sven Stamer, Dr Venugopal K. J Managing Director Food Safety & Quality Solutions Inc.

Ia juga bertemu dengan Peter Shah President Harris Spice Products Co pengusaha pabrik mengelola bahan jadi di US.

Hasil sejumlah lobi tersebut, Erzaldi mengatakan, ada beberapa langkah ke depan yang perlu menjadi perhatian dan secara bertahap harus dilakukan di Babel.

Menurutnya, Muntok White Pepper harus dipromosikan dan dicanangkan sebagai lada tidak menggunakan zat kimia saat prosesnya.

Pasalnya sekarang ini proses lada kering di Negara Vietnam sudah memakai zat pemedas.

“Muntok White Pepper diproses di aliran sungai berair bersih. Mutu lada akan menurun atau berkurang karena masih ada petani mencuci lada di sungai yang airnya tidak mengalir. Ke depan harus mencuci dengan sumber air tanah,” jelas Erzaldi melalui rilis humas.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved