Karena Tulisannya, Mantan Jurnalis Ini, Dilaporkan Ketum PPP Hingga Dijemput Paksa Polisi

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menjemput paksa seorang mantan jurnalis, Asyari Usman

Karena Tulisannya, Mantan Jurnalis Ini, Dilaporkan Ketum PPP Hingga Dijemput Paksa Polisi
Adiatmaputra Fajar Pratama/Tribunnews.com
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menjemput paksa seorang mantan jurnalis, Asyari Usman, Jumat (9/2/2018) pagi.

Asyari dianggap mencemarkan nama baik melalui tulisan yang diunggah di salah satu media online.

"Betul, terkait pencemaran nama baik dan fitnah yang dilakukan Ansyari," ujar Kasubdit II Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Asep Safrudin saat dikonfirmasi, Jumat petang.

Ansyari dijemput paksa aparat kepolisian lantaran tak menggubris panggilan penyidik.

Baca: Jadi Saksi Pernikahan, Eko Patrio Sempat Ragu 300 Persen, dan Mengira Angel Lelga Hamil

Ansyari menulis di media teropongsenayan.com berjudul "Dukung Djarot-Sitorus: Ketum PPP Menjadi 'Politisex Vendor'".

Dalam tulisan itu, Ansyari menyebut Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP)Romahurmuziy atau Romi sebagai sosok diktaktor dan oportunis karena mengusung pasangan Djarot dan Sihar Sitorus dalam Pilkada Sumatera Utara.

Baca: Mengejutkan Karyawannya Ungkap Perilaku Umi Pipik Saat Diajak Foto Bareng Sama Pria

Asep mengatakan, penyidik belum menentukan status Ansyari saat ini. 

"Kami sedang melakukan pemeriksaan," kata Asep.

Kompas.com masih berusaha menghubungi kuasa hukum Asyari Usman terkait penjemputan paksa ini.(*)

(Kompas.com, Ambaranie Nadia Kemala Movanita)

Editor: zulkodri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help