Kemenpar Ajak Pemda Promosikan Pariwisata Lewat Digital Marketing

Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengajak pemerintah daerah untuk mempromosikan destinasi wisatanya melalui digital marketing.

Kemenpar Ajak Pemda Promosikan Pariwisata Lewat Digital Marketing
Bangkapos/Nurhayati
Kegiatan rapat koordinasi dengan sektor pariwisata dengan tema pengembangan pemasaran pariwisata melalui digital marketing, Sabtu (10/2/2018) di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kementerian Pariwisata Republik Indonesia mengajak pemerintah daerah untuk mempromosikan destinasi wisatanya melalui digital marketing.

Digital marketing sudah selayaknya digunakan oleh para pelaku industri pariwisata sesuai dengan dinamika dan gaya hidup masyarakat sekarang ini yang sudah mobile, interaktif dan tidak lepas dari handphone.

"Untuk itu Bangka Belitung sudah mulai bicara spesifik mengenai bagaimana berpromosi melalui digital marketing," ungkap Budi dari Kementerian Pariwisata saat rapat koordinasi dengan sektor pendukung pariwisata, Sabtu (10/2/2018) di Hotel Tanjung Pesona Sungailiat.

Untuk mempromosikan pariwisata melalui digital marketing ini pemerintah bersama pelaku pariwisata juga perlu mengaktifkan media sosial(medsos), website, twitter, facebook, instagram dan lainnya.

Sejauh ini ia menilai promosi melalui online ini biayanya low cost atau murah sedangkan dampaknya besar untuk menarik wisatawan.

"Direct marketing ini bisa langsung dipromosikan melalui online," kata Budi.

Kementerian pariwisata dan daerah-daerah besar sudah menerapkan promosi pawisata melalui digital marketing ini. Bahkan kementerian pariwisata sudah tujuh tahun memasarkan pariwisata di Indonesia melalui website indonesia.travel.

Pengaruhnya tiga tahun ini promosi tersebut menjadi viral dimana pihak kemenpar juga mengundang blogger-blogger untuk membuat tulisan dan video tentang destinasi wisata di Indonesia.

Namun diakuinya untuk promosi wisata Bangka Belitung melalui digital marketing masih kurang.

"Kalau di luar dari promosi saya rasa pemerintah daerah bertanggung jawab atas carrying capacity mungkin pemerintah punya target berapa ribu wisatawan baik domestik maupun mancanegara, mereka pasti melakukan perjalanan ke sini menggunakan flight atau laut bahkan lewat darat semua kapasitasnya mulai diperhitungkan. Jangan sampai nanti promonya sudah berjalan pas datang kesini kecewa transportasi dan akomodasinya terbatas," saran Budi.

Menurutnya dengan promosi melalui digital marketing maka orang semakin mudah untuk mencari informasi dan tertarik berkunjung ke destinasi wisata di daerah.

Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help