Kisah Misteri Tak Terungkap Gajah-gajah yang Berziarah ke Candi di Sumatera Setiap Purnama Tiba

Suara gemuruh yang keluar dari perut seekor gajah dapat terdengar sampai beberapa mil, tetapi belum pernah kami mendengar begitu

Kisah Misteri Tak Terungkap Gajah-gajah yang Berziarah ke Candi di Sumatera Setiap Purnama Tiba
www.vemale.com
Gajah 

"Sebuah deruman dahsyat, suatu suara yang belum pernah kudengar, menggelegar dan membuat orang yang paling perkasa sekalipun akan menggigil mendengarnya. Yakni lengkingan dan raungan gajah yang sedang menuruni gunung Suligi yang diliputi kabut malam. Mereka menyeberangi sungai dan menuju lurus ke perkemahan saya."

Seperempat jam kemudian, tulisnya,"tanah mulai berguncang. Suara gemuruh yang maha dahsyat memenuhi angkasa.

Suara gemuruh yang keluar dari perut seekor gajah dapat terdengar sampai beberapa mil, tetapi belum pernah kami mendengar begitu dekat. Suaranya nyaring seperti terompet."

Malam bulan pumama itu sungguh mengerikan. Di antara keremangan cahaya dan hutan rimbun, kawanan gajah bagai  kemasukan setan. Mereka membuat keributan teramat dahsyat di tengah belantara itu.

Setiap candi mereka kelilingi beramai-ramai. Kadang-kadang berjalan, kemudian berlari-lari.

Sekitar pelataran kuil sebentar-sebentar mereka berjongkok kemudian menyembah, diikuti semua gajah-gajah lain. Lalu kemudian mengundurkan diri ke dalam hutan.

 Tetapi tatkala Schnitger akan memulai suaranya, suara gemuruh kembali terdengar. Tanpa disadarinya, semua yang ada ditangannya dilemparkannya ke tanah dan dia mengambil langkah seribu menuju ke puncak Candi Tua.

"Beberapa saat tak terjadi sesuatu apapun. Kesunyian terasa mencekam. Tiba-tiba terdengar suatu bunyi membahana yang gegap gempita. Sebatang pohon besar tumbahg tepat di bekas saya berdiri tadi.

Seluruh gerbang tertutup oleh dahan dan rantingnya. Pada waktu yang bersamaan terdengar pula suara gemeretak bunyi dahan-dahan kayu diremukkan. Semak belukar terkuak.

Dua ekor gajah raksasa menyerbu ke lapangan kuil, berkelahi sambil menjerit-jerit, saling menghantam dengan gadingnya yang kukuh.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved