Kadis Pariwisata Dorong Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah Teluk Inggris

Rivai mengatakan kabupaten Bangka Barat sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata Herritage yang memiliki nilai sejarah.

Kadis Pariwisata Dorong Pengembangan Destinasi Wisata Sejarah Teluk Inggris
bangkapos.com/riyadi
Pimpinan dan jajaran anggota Pos TNI AL Muntok gotong royong bersama Dinas Perhubungan, Kebudayaan, Pariwisata dan Informatika Pemkab Bangka Barat, di Simpang Tiga Obyek Wisata Sejarah Menumbing Muntok, Selasa (23/4/2014). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rivai mengatakan pihaknya terus mendorong kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan destinasi wisata.

Rivai mengatakan kabupaten Bangka Barat sudah ditetapkan sebagai kawasan wisata Herritage yang memiliki nilai sejarah.

"Di Mentok ada banyak peninggalan bangunan tua yang mempunyai nilai sejarah. Selama ini ada yang terkelola dengan baik, dan ada yang perlu intervensi pemda baik kabupaten maupun provinsi. Ini yang harus kita dorong," kata Rivai, Senin (12/2/2018).

Adanya keinginan masyarakat untuk memberdayakan bangunan sejarah ini disambut baik oleh pemerintah.

"Ada keinginan dari masyarakat untuk pemberdayaan bangunan yang nilai sejarah untuk dialih kelolakan baik oleh pemda maupun provinsi. Pertemuan yang ini sudah ketiga kali dan terus berproses, untuk dikembangkan menjadi kawasan sejarah, budaya dan pariwisata," katanya.

Lanjutnya, dari beberapa pertemuan yang sudah dilakukan salah satunya yang sudah membuahkan hasil diantaranya ialah ahli waris rumah temenggung sudah mau menyerahkan itu kepada pemerintah baik Provinsi maupun kabupaten.

"Hari ini mengkonfirmasi sejauh mana persiapan yang dilakukan Pemprov. Salah satunya adalah rumah temengggung dari pihak ahli waris sudah melengkapi dokumen dan syarat pemindahtanganan entah dalam bentuk hibah atau jual beli. Terus ada proses hibah kawasan teluk Inggris ada dua hektar sudah melengkapi dokumen untuk diserahkan ke kabupaten atau Provinsi," katanya.

Rivai menyebutkan teluk Inggris memiliki memiliki nilai wisata sejarah yang tinggi. Pihaknya, kedepan akan berkoordinasi dengn berbagai pihak untuk mengembangkan destinasi wisata ini.

"Teluk Inggris ada pembantain tentara Inggris ada 100 orang, tiap tahun Inggris ataupun Australia sebagai sekutu mengadakan ritual ziarah yang di teluk Inggris, maka ini akan dibangun tugu/monument, tapi masih terkendala lahan karena it masuk kawasan hutan lindung. Ini harus dikoordinasikan dengan semua pihak termasuk pusat," kata Rivai.

Penulis: krisyanidayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved