Ada Warga Berani Tawar Gas 3 Kg Rp 22 ribu per tabung Tapi Ditolak Pengelola Pangkalan

Ku bilang, nggak boleh seperti itu, harga tetap sesuai HET, jumlahnya pun tidak boleh kalau sampai sepuluh hingga

Ada Warga Berani Tawar Gas 3 Kg Rp 22 ribu per tabung Tapi Ditolak Pengelola Pangkalan
Bangkapos / Riyadi
Tabung gas 3 kg di salah satu Pangkalan di Kecamatan Kelapa Kabupaten Bangka Barat. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Di tengah sulitnya mendapatkan gas 3 kg, membuat sejumlah warga pengecer gas 3 kg, berani menawar harga beli gas di pangkalan, per tabungnya Rp 18 ribu hingg Rp 22 ribu.

Namun penawaran orang tersebut di tolak langsung oleh Iis, pengelola salah satu pangkalan gas 3 kg di Kabupaten Bangka Barat.

Menurut Iis, setidaknya ada dua orang pengecer gas yang menawar gas 3 kg, pertama dengan harga Rp 18 ribu per tabung, orang kedua menawar Rp 22 ribu per tabung. 

"Ku bilang, nggak boleh seperti itu, harga tetap sesuai HET, jumlahnya pun tidak boleh kalau sampai sepuluh hingga belasan tabung, hanya satu pembeli, tapi kalau mau dua tabung ku beri. Ku bilang juga ke orang itu, kalau ke melayani permintaannya ya sama saja ku bisa di penjara orang, ini kan gas subsidi," kisah Iis kepada bangkapos.com Selasa (13/2/2018).

Iis mengakui, orang yang mencari gas 3 kg, tidak hanya warga di sekitar pangkalan, tapi orang yang tidak dikenal sebelumnya dan tidak pernah membeli gas ke pangkalan ini, juga banyak datang ke pangkalan ini.

"Ntah orang mana ku dak kenal, setelah ku beri penjelasan tadi, akhirnya dia memaklumi dan hanya membeli dua tabung saja. Saya tidak munafik dengan duit, tapi ku juga nggak mau melanggar aturan," jelas Iis.

Pengelola Gas 3 kg lainnya di Kecamatan Kelapa, Yesdi menyebutkan, kebutuhan warga akan gas 3 kg, saat ini cukup tinggi, di saat daerah-daetag lain mengalami kelangkaan gas.

"Di Kecamatan Kelapa, alhamdulillah tidaklah begitu sulit mencari gas 3 kg,  di saat situasi susah  gas seperti sekarang ini, kalau soal pasokan dari agen, normal-normal saja, kalau toh sempat telat, itu hanya persoalan waktu saja, paling hitungan jam, itu biasa dan wajar," ujarnya.

Pantauan bangkapos.com di Selasa (13/2/2018), banyak warga (rumah tangga) antri untuk mendapatkan gas di pangkalan tersebut.

Pihak pangkalan juga membatasi distribusi penjualan gas elpiji 3 kg di pangkalannya, apalagi ke pengecer, maksimal dua tabung, itupun ketika pelayanan ke rumah tangga dan UKM sudah terpenuhi. (*)

Penulis: riyadi
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help