BangkaPos/

Dua Paslon Ini Tampak Puas Dengan Nomor Urut Pilwako 2018

Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon Pilkada di Kota Pangkalpinang 2018

Dua Paslon Ini Tampak Puas Dengan Nomor Urut Pilwako 2018
Bangka Pos / Ardhina Trisila Sakti
Suasana Penetapan Nomor urut Paslon Pilkada Pangkalpinang 2018 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Pasangan Endang Kusumawati dan Ismiryadi menjadi satu diantara dua pasangan calon Walikota Pangkalpinang periode 2018-2023 yang menyiapkan atribut gambar paslon yang ditempel dengan nomor urut hasil undian usai pengumuman penetapan nomor urut pemilihan walikota (pilwako) Pangkalpinang.

Usai penetapan nomor urut, Endang mendapatkan banyak ucapan selamat dari para pendukungnya. Ia pun berpendapat nomor urut 4 sebagai sesuatu yang patut disyukuri.

"Nomor empat itu barokah karena kami didukung oleh empat partai (Golkar, Demokrat, PAN dan PKB) dan ada kita tahu bahwa ada empat penjuru mata angin. Insya Allah Pangkalpinang menjadi ladang ibadah kami dan Kota Pangkalpinang menjadi lebih baik," ujar Endang yang mengenakan batik dan berkerudung hitam.

Jelang pemilihan walikota 27 Juni 2017 nanti, Endang dan pasangannya Ismiyardi mengaku berusaha menyiapkan stamina dan kesehatan agar dapat melewati tahapan Pilwako 2018.

Pasangan nomor 4 ini pun mengusung visi misi menjadikan ibukota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung lebih maju di sektor ekonomi dan kesehatan.

Sementara itu, pasangan nomor urut 2 atas Saparudin dan Edison Taher terlihat cukup puas dengan nomor urut yang didapatnya.

"Dua itu bagus, artinya peace (damai), kebebasan, kemenangan. Pastilah harapannya kita bisa terpilih. Persiapan kita jelang 27 Juni nanti kita akan natak dan nampel. Program kita harus membumi, masalah rill, harus tau apa yang menyebabkan masalah banjir dan pengangguran di Pangkalpinang," ujar Saparudin.

Dikatakan pria yang akrab disapa Udin ini, jumlah pengangguran di Pangkalpinang sudah mulai memprihatinkan.

Sebabnya pengangguran di Pangkalpinang mencapai 10,8 persen dari jumlah penduduk. Udin menilai paling tidak Pangkalpinang membutuhkan 7.000 lapangan kerja baru.

"Paling tidak Pangkalpinang harus dikembalikan pada empat tahun lalu, di mana angka pengangguran hanya  6 persen, saja" tutupnya.(*)

Penulis: Dhina Sakti
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help