BangkaPos/

Penyerangan jemaah gereja di Sleman

Jirhas Ranie Ibu Berhijab Sapu Gereja 'Semoga Menginspirasi'

Kita tidak mau memadamkan api saja, tapi bagaimana caranya teman-teman jemaah ini tidak sampai antipati terhadap umat yang lain

Jirhas Ranie Ibu Berhijab Sapu Gereja 'Semoga Menginspirasi'
Kolase Facebook Alim Pic | Tribunjogja.com Siti Umaiyah
Jirhas Ranie Artika 

"Saya tak sangka niat tulus, perbuatan yang sederhana itu jadi viral. Semoga jadi ladang amal dan menginspirasi banyak orang,,"

Jir Harsani
Jirhas Ranie (Kompas.com Wijaya Kusuma | Tribunjogja.com Siti Umaiyah)

KALIMAT itu dikirim Rani, panggilan Jirhas Ranie kepada Tribunjogja.com, via whatsapp messenger, Senin (12/2/2018) malam, pesan itu sekaligus melanjutkan perbincangan yang belum tuntas pada Senin siang.

Ibu satu anak ini mengaku tak menyangka perbuatan yang dinilainya sederhana itu viral di jejaring sosial dan menjadi bahan pemberitaan media massa.

"Itu reflek, banyak tetangga saya ibadah disana,"kata Rani ditanya apa yang memicu dirinya terlibat dalam aksi bersih gereja Santa Lidwina, Sleman.

//

Foto Ranie viral Senin (12/2/2018) atau sehari setelah aksi Suliono ngamuk di Gereja, aksi spontan itu dilakukannya bersama sang suami Ahmad Muttaqin.

Pengakuan Lulusan pascasarjana UGM ini, Senin pagi sekira pukul 07.20 WIB, dia baru saja pulang mengantar anaknya belajar di sekolah alam.

//

Gereja Santa Lidwina pun masih sepi, tak banyak orang ada disana, namun dia bersama suami tak langsung pulang meski tahu Gereja masih sepi.

Spontan dia menanyakan kondisi dengan sejumlah orang yang ada disana.

“Saya pikir masih ada police line, tapi ternyata tidak. Pihak gereja memberitahukan sudah boleh dibersihkan,” ungkap Ranie.

Sejumlah anggota kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara penyerangan di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu (11/2/2018). Seorang yang belum diketahui identitasnya menyerang umat Katolik yang sedang beribadah hingga melukai beberapa orang.
Sejumlah anggota kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara penyerangan di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu (11/2/2018). (TRIBUNJOGJA.COM / Bramasto Adhy)

Tak berselang lama, jemaah gereja yang lain mulai berdatangan, polisi juga mengizinkan boleh dibersihkan.

Tanpa pikir panjang, Rani dan suaminya Ahmad Muttaqin langsung berbaur dengan jemaah gereja kerja bakti bersihkan gereja.

Melihat sosok Ranie, Jemaah gereja tampak antusias seolah tak ada yang berbeda dengan yang lain.

Sebagai warga yang lokasi rumahnya tak jauh dari gereja, Ranie merasa itu tak ubahnya kerja bakti, dimana dia juga memiliki tanggungjawab penuh untuk terlibat
didalamnya.

Disisi yang lain, ibu rumah tangga yang aktif dalam organisasi lintas iman ini, tentu menyayangkan ulah oknum yang melakukan aksi penyerangan.

Sejumlah anggota kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara penyerangan di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu (11/2/2018)
Sejumlah anggota kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara penyerangan di Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman, Minggu (11/2/2018) (TRIBUNjogja.com | Bramsto Adhy)

“Bagi saya itu merupakan tindakan kriminal, dimana pelaku membawa senjata dan melukai orang lain yang sedang melakukan ibadat,” ujarnya

Ranie yang juga lulusan psikologi ini juga mengaku khawatir dampak yang terjadi kepada jemaah, terutama anak-anak.

“Kita tidak mau memadamkan api saja, tapi bagaimana caranya teman-teman jemaah ini tidak sampai antipati terhadap umat yang lain,” ungkap Ranie yang juga aktif di Forum Pemuda Kerukunan Umat Beragama DIY. (Tribunjogja.com | Siti Umaiyah)

 
Editor: teddymalaka
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help