Video

Kue Pangchiam Tampil di Acara Pengundian Nomor Paslon

Diceritakan Aho warga Kampung Benteng Bangka Tengah kue Pangchiam dibawa oleh kakeknya yang datang dari negeri Cina

Kue Pangchiam Tampil di Acara Pengundian Nomor Paslon
Bangka Pos/ Ardhina Trisila Sakti
Kue Pangchiam 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Ardhina Trisila Sakti

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kue Pangchiam sebagai kue yang mulai jarang ditemui di Kota Pangkalpinang turut menyemarakkan pengundian nomor urut calon walikota dan wakil walikota Pangkalpinang periode 2018-2023, Selasa (13/2) di Hotel Grand Mutiara.

Salah satu penjual kue Pangchiam, Aho (35) membawa dua wadah kaleng berwarna hijau untuk menyimpan bahan-bahan kue pangchiam yang terdiri dari kulit pangchiam yang terbuat dari gandum, kacang halus dan gula batang.

Berdasarkan sejarah, diceritakan Aho warga Kampung Benteng Bangka Tengah kue Pangchiam dibawa oleh kakeknya yang datang dari negeri Cina. Kesulitan mencari nafkah di Cina membuat kakek Aho datang ke Bangka dengan andalan Kue Pangchiam yang dijajakan di Bumi Serumpun Sebalai kala itu.

Sebagai penerus generasi ketiga, Kue Pangchiam kini sudah berusia 76 tahun.

"Kesulitan buat kue ini ada di gulanya yang panjang dari bahan gula pasir yang perlu proses selama 1 jam. Kalau untuk kulit lumpia prosesnya lebih gampang setengah jam sudah selesai," ujar Aho sembari menunggu acara pengundian nomor urut calo wako dan Wawako Pangkalpinang.

Kue Pangchiam memiliki rasa manis dari gula dan kacang halus. Kue ini dilengkapi dengan permainan dari lidi berisikan nomor dari angka satu sampai empat yang akan digunakan sebagai media pengundian nomor urut pemilihan walikota (pilwako) Pangkalpinang.

Guna menghadirkan Kue Pangchiam di acara pilwako, Aho sudah menyiapkan 100 keping kue Pangchiam pukul 10.00 wib.

"Sesuai permintaan (KPU Kota Pangkalpinang) ku siapin 100 keping. Harapannya semoga pemimpin yang terpilih adalah yang terbaik dan bikin Pangkalpinang jadi tempet seneng nyari duit," tambah pria yang kerap berjualan keliling di area Jalan Trem, Kampung Bintang dan pusat perbelanjaan Bangka Trade Centre.

Meski termasuk warga Bangka Tengah, namun selama 12 tahun Aho menjajakan jualannya di Pangkalpinang. Satu Kue Pangchiam dijual seharga Rp.3.000 per buah.

"Kue Pangchiam ni sekarang dak de agik di Cina, cuma ade di Singapore dan Bangka," tutup Aho.

Saksikan videonya:

Penulis: Ardhina Trisila Sakti
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help